Market Hari Ini 06 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Kredit Macet Fintech Naik 0,02 persen, Ternyata ini Penyebabnya

Kredit Macet Fintech Naik 0,02 persen, Ternyata ini Penyebabnya
Kredit Macet Fintech Naik 0,02 persen, Ternyata ini Penyebabnya

KABARBURSA.C‎OM-Lembaga Pengawas Keuangan (OJK) mencatat tingkat risiko kredit macet secara keseluruhan atau TWP90 dari fintech peer to peer (P2P) lending pada bulan Januari 2024 mencapai 2,95persen. Terdapat peningkatan sedikit sebesar 0,02persen dibandingkan dengan posisi Desember 2023 yang mencapai 2,93persen.

Mengomentari kenaikan tersebut, Nailul Huda, Pengamat dan Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa permintaan pinjaman dari masyarakat kemungkinan cukup tinggi, terutama jika kita melihat tren peminjaman pada bulan Oktober 2023.

Terutama untuk keperluan konsumsi leisure seperti perjalanan, konser, dan lainnya, yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selain itu, pada akhir tahun, permintaan pinjaman juga meningkat, termasuk untuk perjalanan. Banyak orang yang berlibur pada akhir tahun, ujarnya dikutip Rabu 6 Maret 2024.

Menurut Nailul, fintech lending dan platform paylater menjadi penyedia pinjaman cepat untuk kebutuhan tersebut. Hal ini menyebabkan penyaluran pendanaan ikut meningkat.

Namun, di sisi lain, jika peningkatan pendanaan ini tidak diatur dengan baik, maka tingkat risiko kredit macet (TWP90) dapat meningkat cukup signifikan, tambahnya.

Nailul memperkirakan bahwa peningkatan pinjaman untuk kebutuhan leisure cenderung didominasi oleh kaum muda. Mereka cenderung menggunakan pinjaman untuk keperluan konsumtif, seperti pembelian barang dan perjalanan. Oleh karena itu, Nailul menganggap wajar jika TWP90 pada Januari 2024 mengalami kenaikan, terutama karena peningkatan pinjaman konsumtif tersebut.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait