Market Hari Ini 21 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

KRYA Genjot Bisnis Motor Listrik ECGO, ini Alasannya

PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) transformasi dari konstruksi ke kendaraan listrik roda dua ECGO.

KRYA fokus ke bisnis motor listrik ECGO dengan target pasar 55 juta unit pada 2030, sambil menjaga arus kas dari proyek konstruksi.

PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) menegaskan langkah transformasi bisnis besar-besaran. (Foto: Dok. PT BKP Jaya)
PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) menegaskan langkah transformasi bisnis besar-besaran. (Foto: Dok. PT BKP Jaya)

Daftar Isi

  1. 01 Produk Motor Listrik ECGO dan Ekspansi Infrastruktur EV

KABARBURSA.COM – PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) menegaskan langkah transformasi bisnis besar-besaran. 

Dari perusahaan konstruksi, kini KRYA fokus mengembangkan kendaraan listrik roda dua (EV) dengan merek ECGO. 

Perubahan ini disampaikan dalam public expose 2025 dan langsung menjadi sorotan pelaku pasar modal.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan KRYA, Brigitta Notoatmodjo, menegaskan bahwa transformasi ini sejalan dengan arah industri. 

“Kami melihat potensi motor listrik sangat besar di Indonesia. Melalui ECGO, KRYA ingin menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan,” ujarnya dalam presentasi public expose.

Manajemen KRYA melihat peluang pasar motor listrik yang besar di Indonesia seiring kebijakan pemerintah mendorong transisi energi. 

Dengan jumlah kendaraan roda dua yang mencapai lebih dari 130 juta unit, potensi motor listrik diproyeksikan tumbuh hingga 55 juta unit pada 2030, setara 45 persen dari total populasi motor nasional.

Transformasi ini dipandang strategis untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi KRYA, sekaligus mengerek valuasi saham yang sempat stagnan di sektor konstruksi.

Meski beralih ke EV, KRYA memastikan proyek konstruksi tetap berjalan untuk menopang arus kas jangka pendek. 

Beberapa proyek swasta masih dikerjakan, antara lain pembangunan pabrik non-dairy creamer dengan nilai kontrak Rp31,6 miliar serta proyek gudang PT Karunia Alam Segar senilai Rp24,8 miliar.

Proyek carry-over ini menjadi penopang kinerja sembari lini bisnis motor listrik berkembang. 

Produk Motor Listrik ECGO dan Ekspansi Infrastruktur EV

KRYA menghadirkan motor listrik ECGO dengan dua model utama, yakni ECGO 3 dan ECGO 5. Produk ini menyasar segmen individu hingga pengemudi ojek online

Salah satu keunggulan ECGO adalah model bisnis rent-to-own dengan biaya harian Rp25 ribu hingga Rp55 ribu, termasuk baterai.

Harga motor ECGO dipatok jauh lebih murah dibanding motor konvensional. Dengan banderol Rp8–10 juta per unit, ECGO hanya setengah harga motor populer seperti Honda Beat. 

Selain itu, biaya energi motor listrik hanya 25 persen dari motor bensin dengan perhitungan Rp50 per km, sementara biaya perawatan hanya sepertiga motor konvensional.

Kelebihan ini diharapkan menjadi daya tarik utama, terutama di segmen pengguna harian dan mitra transportasi online yang sensitif terhadap biaya operasional.

Untuk memperkuat penetrasi pasar, KRYA melalui ECGO sudah memiliki 60 store dan swap station di SPBU Pertamina wilayah Jakarta. Infrastruktur ini memungkinkan pengendara menukar baterai dengan cepat, sehingga mengurangi kekhawatiran jarak tempuh.

Ekspansi infrastruktur akan terus ditingkatkan agar ekosistem kendaraan listrik semakin matang. 

Pemerintah mencatat subsidi BBM mencapai USD 23,5 miliar pada 2024. Dengan beban fiskal yang besar, dorongan terhadap adopsi kendaraan listrik semakin kuat. 

Manajemen KRYA menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait