Market Hari Ini 28 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Laba ABMM Turun 49 Persen, Sinyal Perbaikan Mulai Terlihat

Tekanan harga batu bara dan penurunan volume menahan kinerja 2025, sementara perbaikan operasional mulai muncul pada semester kedua.

ABMM mencatat laba USD70,6 juta pada 2025, turun 49 persen, dengan perbaikan kinerja mulai terlihat di semester II

PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih sebesar USD70,6 juta pada 2025 atau turun 49,3 persen secara tahunan. (Foto: Dok. ABM Investama)
PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih sebesar USD70,6 juta pada 2025 atau turun 49,3 persen secara tahunan. (Foto: Dok. ABM Investama)

KABARBURSA.COM – PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih sebesar USD70,6 juta pada 2025 atau turun 49,3 persen secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan harga batu bara dan tekanan operasional yang memengaruhi pendapatan serta volume produksi.

Direktur ABM Investama Hans Manoe menyatakan kinerja tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan strategi operasional di seluruh unit usaha. Ia menekankan fokus perusahaan pada efisiensi dan penguatan fundamental di tengah dinamika industri.

“Kinerja tahun ini mencerminkan hasil dari pelaksanaan strategi di seluruh unit usaha,” ujar Hans dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.

Sepanjang 2025, ABMM membukukan pendapatan sebesar USD1.038,2 juta atau turun 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya harga batu bara serta tantangan operasional di berbagai lini bisnis.

Dari sisi profitabilitas, adjusted EBITDA tercatat sebesar USD339,4 juta atau turun 21,2 persen secara tahunan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD70,6 juta, turun dari USD139,4 juta pada 2024.

Hans menyebut perusahaan tetap menjaga struktur keuangan dan operasional agar tetap terkendali. Ia menegaskan langkah efisiensi menjadi bagian utama dalam menjaga daya tahan kinerja.

“Kami berfokus pada keunggulan operasional dan pengelolaan keuangan yang disiplin untuk menjaga daya saing,” kata dia.

Kinerja operasional juga menunjukkan penurunan sepanjang tahun. Volume pengupasan lapisan penutup turun 12,9 persen menjadi 235,3 juta bcm, sementara volume pengambilan batu bara turun 12,4 persen menjadi 34,5 juta ton.

Volume penjualan bahan bakar juga turun 20,8 persen menjadi 357,4 juta liter. Namun, bisnis logistik mencatat tingkat ketepatan waktu pengiriman sebesar 94,5 persen dan tingkat pengiriman tepat waktu dan lengkap meningkat menjadi 83,8 persen.

Di tengah tekanan tahunan tersebut, ABMM mencatat perbaikan kinerja pada semester II 2025. Volume overburden removal meningkat 9,8 persen dan coal getting naik 19,7 persen dibandingkan semester I.

Perbaikan ini tercermin pada indikator keuangan semester II. Pendapatan meningkat 4,8 persen dibanding semester I, sementara biaya pendapatan turun 3,9 persen sehingga laba kotor naik 142,7 persen pada periode tersebut.

Hans menambahkan perusahaan tetap mencermati perubahan lingkungan eksternal yang dapat memengaruhi kinerja. Ia menyebut langkah adaptif terus dijalankan untuk menjaga kesinambungan bisnis.

“Kami tetap waspada terhadap perubahan lingkungan eksternal dan berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi penciptaan nilai,” ujar Hans.

Dari sisi neraca, total aset ABMM tercatat sebesar USD2.055,2 juta atau turun 1,9 persen. Total liabilitas turun 5,9 persen menjadi USD1.174,8 juta, sementara ekuitas meningkat 3,9 persen menjadi USD880,3 juta.

Kontribusi pendapatan terbesar masih berasal dari segmen kontraktor tambang dan tambang batu bara sebesar USD755,7 juta. Segmen jasa menyumbang USD201,4 juta, pabrikasi USD35,8 juta, dan segmen lainnya sebesar USD303 juta.

Memasuki 2026, ABMM mulai mengoperasikan tambang batu bara di Aceh yang telah mencatat penjualan perdana pada Februari 2026. Tambang ini ditargetkan menghasilkan produksi bulanan yang stabil untuk menopang kinerja tahun berjalan.

Selain itu, aset tambang batu bara di Kalimantan Tengah tengah dalam proses perizinan dengan target mulai beroperasi secara komersial pada kuartal III 2026.

Di luar batu bara, ABMM juga mengembangkan sumber pendapatan dari segmen logistik dan fabrikasi melalui ekspansi non-organik pada bisnis terkait.

Perusahaan turut menjalankan inisiatif keberlanjutan melalui pemasangan panel surya berkapasitas 643,8 kWp serta pengurangan emisi karbon sebesar 110 ton CO2e sejak 2022.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait