Market Hari Ini 04 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Laba ADMF Naik Dua Digit, Beban Bunga Jadi PR Besar

Kinerja pembiayaan tumbuh dua digit di awal 2026, namun struktur leverage dan biaya dana tetap membayangi profitabilitas.

ADMF catat laba Rp484 miliar di 1Q26 naik dari tahun lalu. Namun beban bunga dan leverage masih tinggi.

Beban bunga menjadi salah satu komponen yang signifikan, yang secara langsung mempengaruhi hasil akhir laba ADMF. (Foto: dok Adira Dinamika Multi Finance)
Beban bunga menjadi salah satu komponen yang signifikan, yang secara langsung mempengaruhi hasil akhir laba ADMF. (Foto: dok Adira Dinamika Multi Finance)

KABARBURSA.COM - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba yang naik dua digit. Namun, beban bunga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Pada kuartal pertama 2026 Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp484,1 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp385,8 miliar.

Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 25 persen secara tahunan, dengan laba per saham tercatat sebesar Rp403,44. Dari sisi pendapatan, ADMF mencatatkan revenue sebesar Rp3,21 triliun pada kuartal pertama 2026. 

Kinerja ini ditopang oleh aktivitas pembiayaan yang tetap berjalan, meski tidak disertai rincian pertumbuhan per segmen dalam periode ini.

Di level operasional, laba usaha tercatat sebesar Rp618,3 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp689,7 miliar. Struktur ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga kinerja operasional sebelum tekanan biaya keuangan diperhitungkan.

Namun, beban bunga tetap menjadi salah satu komponen yang signifikan. Tercatat interest expense sebesar Rp315,4 miliar, yang secara langsung mempengaruhi hasil akhir laba bersih perusahaan.

Dari sisi margin, rasio profitabilitas menunjukkan level yang relatif moderat. Return on assets (ROA) berada di level 1,22 persen, sementara return on equity (ROE) tercatat sebesar 3,11 persen.

Struktur permodalan perusahaan masih didominasi oleh utang. Total utang jangka panjang mencapai Rp24,16 triliun, dengan rasio debt to equity sebesar 1,55 kali dan debt to total capital sebesar 0,61.

Jika dibandingkan dengan kemampuan menghasilkan laba operasional, rasio debt terhadap EBITDA tercatat di level 35,03 kali. Sementara itu, rasio EBITDA terhadap beban bunga berada di level 2,19 kali, menunjukkan ruang penyangga terhadap beban bunga yang masih terbatas.

Dari sisi valuasi, saham ADMF diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sebesar 21,63 kali dan price to book value (PBV) di level 0,69 kali. Dengan harga saham di kisaran Rp8.725, kapitalisasi pasar perusahaan berada di sekitar Rp10,78 triliun.

Secara keseluruhan, kinerja ADMF pada awal 2026 memperlihatkan pertumbuhan laba yang tetap terjaga. Namun, struktur biaya dan leverage masih menjadi faktor yang membentuk dinamika profitabilitas perusahaan di tengah ekspansi pembiayaan yang berjalan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait