Market Hari Ini 08 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Laba BBRI Semester I 2025 Turun, Rekomendasi Analis Terbelah antara Hold dan Buy

Laba BBRI semester I 2025 turun 11,5 persen akibat pencadangan dan IFRS 17, memicu perbedaan rekomendasi analis antara hold dan buy dengan target harga beragam.

Laba BBRI turun 11,5 persen di semester I 2025. Analis terbelah antara hold dan buy, target harga berkisar Rp4.050–Rp4.470.

Ilustrasi BRImo dari Bank Rakyat Indonesia. Foto: Istimewa.
Ilustrasi BRImo dari Bank Rakyat Indonesia. Foto: Istimewa.

KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menutup paruh pertama 2025 dengan kinerja yang beragam. Laba bersih yang dibukukan mencapai Rp26,3 triliun, turun 11,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Secara proporsi, capaian ini baru memenuhi 46 persen dari target MNC Sekuritas dan 45 persen dari estimasi konsensus analis untuk setahun penuh.

Penurunan laba ini dipicu oleh dua faktor utama: meningkatnya biaya pencadangan dan dampak penerapan standar akuntansi baru IFRS 17. Meski demikian, kinerja operasional inti BRI dinilai masih tangguh di tengah tantangan tersebut.

Menyikapi perkembangan ini, MNC Sekuritas merevisi rekomendasi untuk saham BBRI dari “buy” menjadi “hold” dan menurunkan target harga menjadi Rp4.050 per saham. 

Target tersebut mencerminkan proyeksi price-to-book value (PBV) 2025 dan 2026 masing-masing di 1,8 kali dan 1,7 kali. 

Proyeksi laba per saham (EPS) turut dipangkas 4,8 persen akibat pelemahan margin dan perkiraan cost of credit (CoC) yang lebih tinggi. Mereka juga menyoroti risiko tambahan dari tekanan makro eksternal, ekspansi kredit yang lebih lambat dari perkiraan, hingga potensi penurunan kualitas aset.

Di sisi lain, KB Valbury Sekuritas tetap optimistis dan mempertahankan rekomendasi “buy” untuk BBRI. Dengan pendekatan gordon growth model (GGM), mereka menetapkan target harga Rp4.470 per saham, setara dengan estimasi PBV 2025 sebesar 2,1 kali. 

Menurut KB Valbury, valuasi BBRI saat ini—yang berada di kisaran PBV 1,7 kali atau dua standar deviasi di bawah rata-rata—masih menarik bagi investor yang mencari saham perbankan dengan fundamental solid.

Perbedaan pandangan ini mencerminkan posisi BBRI yang berada di tengah fase penyesuaian. Di satu sisi, pelemahan laba memerlukan kewaspadaan. 

Namun di sisi lain, valuasi yang kompetitif dan kekuatan operasional memberikan alasan bagi investor jangka panjang untuk tetap melirik saham bank terbesar di Indonesia ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait