KABARBURSA.COM – PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) kembali mempertahankan tradisi membagi dividen tunai kepada pemegang saham. Di tengah tekanan sektor ritel yang belum sepenuhnya pulih, perusahaan memutuskan membagikan dividen Rp50 per saham untuk tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Mei 2026. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp306,73 miliar dan akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 12 Juni 2026.
Menariknya, nilai dividen yang dibagikan kali ini bahkan lebih besar dibanding laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk pada tahun buku 2025, yang tercatat sebesar Rp265,28 miliar. Di sini, pasar melihat RALS cukup agresif menjaga konsistensi pembagian dividen di tengah dinamika bisnis ritel domestik.
Ruang pembagian dividen RALS terlihat masih relatif besar. Perusahaan tercatat memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp3,78 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp3,49 triliun.
Jika melihat rekam jejak historis, RALS termasuk salah satu emiten yang cukup rutin membagikan dividen tunai. Dalam beberapa tahun terakhir, nominal dividen perusahaan relatif stabil di kisaran Rp50 per saham, kecuali pada 2025 yang sempat naik menjadi Rp60 per saham.
Untuk jadwal pembagian dividen, RALS menetapkan cum dividend di pasar reguler dan negosiasi pada 21 Mei 2026, sedangkan ex dividend jatuh pada 22 Mei 2026. Adapun daftar pemegang saham yang berhak atas dividen atau recording date ditetapkan pada 25 Mei 2026.
Kinerja Keuangan Membaik
Di balik pembagian dividen tersebut, performa keuangan RALS sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan pada awal 2026. Pada kuartal I-2026, perusahaan membukukan pendapatan Rp985 miliar, melonjak dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp647 miliar.
Lonjakan kinerja juga terlihat pada sisi laba bersih. RALS mencatat laba bersih Rp193 miliar pada kuartal I-2026, jauh lebih tinggi dibanding laba Rp61 miliar pada kuartal I-2025.
Kinerja operasional perusahaan ikut membaik setelah laba usaha melonjak menjadi Rp217 miliar dari sebelumnya Rp49 miliar. EBITDA kuartalan juga naik ke level Rp312 miliar dibanding Rp134,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejumlah rasio profitabilitas pun ikut membaik. Return on Equity (ROE) kuartalan RALS naik menjadi 5,12 persen, sedangkan Return on Assets (ROA) berada di level 3,49 persen.
EPS kuartalan perusahaan juga melonjak ke level 27,24 dari sebelumnya 8,64 pada kuartal IV-2024. Perbaikan ini muncul setelah perusahaan sempat mengalami tekanan laba pada paruh kedua 2025.
Gerak Saham Terbatas, Asing Jual Rp622 Juta
Meski fundamental mulai membaik, pergerakan saham RALS dalam beberapa hari terakhir justru masih bergerak terbatas. Pada perdagangan 11 Mei 2026, saham RALS ditutup naik tipis 1,32 persen ke level 460.
Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Saham RALS kembali turun menjadi 456 pada perdagangan 12 Mei 2026 dan melemah lagi ke level 454 pada 13 Mei 2026.
Dalam tiga hari perdagangan terakhir, investor asing juga masih tercatat melakukan distribusi. Pada 13 Mei 2026, net foreign sell saham RALS mencapai Rp437 juta setelah sehari sebelumnya asing juga membukukan penjualan bersih Rp185 juta.
Nilai transaksi saham RALS sendiri relatif belum terlalu besar, dengan transaksi harian berada di kisaran Rp2,65 miliar hingga Rp7,78 miliar dalam tiga hari terakhir.(*)