Market Hari Ini 25 Dec 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Laba Bersih DOOH Tersisa Rp492 Juta, Bisnis Melemah?

Laba bersih PT Era Media Sejahtera Tbk menyusut tajam hingga September 2025 meski pendapatan masih tumbuh.

DOOH mencatat laba bersih Rp492 juta di 9M25, turun tajam secara tahunan. Pendapatan masih tumbuh, tetapi beban dan rugi lain-lain meningkat.

PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) membukukan laba bersih yang jauh lebih tipis pada periode berjalan. (Foto: Dok. SSpace)
PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) membukukan laba bersih yang jauh lebih tipis pada periode berjalan. (Foto: Dok. SSpace)

KABARBURSA.COM – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) membukukan laba bersih yang jauh lebih tipis pada periode berjalan. 

Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasian interim, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp492 juta hingga sembilan bulan yang berakhir 30 September 2025.

Capaian tersebut menurun tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada sembilan bulan 2024, laba bersih DOOH masih berada di level Rp5,19 miliar. Penurunan ini mencerminkan penyusutan laba bersih sekitar 90,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi pendapatan, DOOH tetap mencatat pertumbuhan moderat. Pendapatan neto Perseroan hingga akhir September 2025 mencapai Rp123,17 miliar, naik 4,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp117,65 miliar. Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut tidak sejalan dengan kinerja laba bersih.

Pendapatan DOOH masih didominasi oleh segmen periklanan yang menyumbang Rp94,03 miliar. Nilai ini justru turun 11,08 persen dibandingkan sembilan bulan 2024. 

Sebaliknya, pendapatan dari jasa konsultasi melonjak signifikan menjadi Rp27,52 miliar dari Rp10,22 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Sementara itu, kontribusi dari segmen event dan exhibition relatif stabil di kisaran Rp1,62 miliar.

Di tengah pertumbuhan pendapatan yang terbatas, struktur biaya Perseroan menunjukkan tekanan. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp76,93 miliar dari Rp93,66 miliar, sehingga laba bruto meningkat menjadi Rp46,24 miliar atau naik 92,7 persen secara tahunan. Margin laba bruto ikut melebar menjadi 37,54 persen dari sebelumnya 20,40 persen.

Namun, perbaikan pada laba bruto tersebut tergerus oleh lonjakan beban operasional. Beban umum dan administrasi DOOH meningkat tajam menjadi Rp34,53 miliar, naik 71,1 persen dibandingkan Rp20,17 miliar pada sembilan bulan 2024. 

Kenaikan beban ini terutama berasal dari gaji dan tunjangan karyawan, biaya pemasaran dan promosi, serta beban pajak dan pengembangan merek, jika merujuk laporan kinerja keuangan tersebut.

Tekanan tambahan juga datang dari pos penghasilan lain-lain. Pada periode berjalan, Perseroan mencatat rugi lain-lain bersih sebesar Rp2,25 miliar. 

Kondisi ini berbalik dari posisi laba lain-lain Rp2,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai.

Dari sisi neraca, total aset DOOH per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp326,29 miliar, naik 19,32 persen dibandingkan posisi akhir 2024. Kenaikan aset diikuti lonjakan liabilitas menjadi Rp100,18 miliar dari Rp53,99 miliar. 

Sementara itu, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp226,10 miliar, tumbuh 3,02 persen sepanjang periode berjalan.

Pos kas dan setara kas DOOH meningkat signifikan menjadi Rp10,80 miliar dari Rp2,21 miliar pada akhir 2024. 

Di sisi lain, utang pihak berelasi dan utang lain-lain pihak ketiga mengalami kenaikan tajam, mencerminkan peningkatan kewajiban pendanaan Perseroan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait