Market Hari Ini 28 May 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Syahrianto

Laba Bersih Siloam (SILO) Melonjak 913 Persen, tapi Saham Masih Lemas

Siloam cetak laba bersih Rp255,8 miliar di kuartal I 2025, tumbuh 913 persen. Namun harga saham SILO masih tertekan sepanjang tahun ini.

Kinerja Siloam melesat, laba bersih naik 913 persen. Tapi saham SILO turun 25 persen sejak awal tahun. Investor masih wait and see.

Kinerja Siloam melesat, laba bersih naik 913 persen. Tapi saham SILO turun 25 persen sejak awal tahun. Investor masih wait and see. Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com.
Kinerja Siloam melesat, laba bersih naik 913 persen. Tapi saham SILO turun 25 persen sejak awal tahun. Investor masih wait and see. Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com.

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Saham SILO

KABARBURSA.COM – Kinerja PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) di awal tahun ini bagaikan pasien yang pulih cepat dari krisis: laba bersih kuartal I 2025 melejit 913 persen menjadi Rp255,8 miliar. Namun, euforia kinerja keuangan itu belum cukup kuat menyuntikkan semangat ke pasar modal. Harga saham SILO justru masih demam—terperosok lebih dari 25 persen sepanjang tahun berjalan.

Selain itu, meski kuartal pertama tahun ini diselingi musiman libur hari raya yang lebih panjang dan tidak adanya puncak penyakit musiman, SILO berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,35 triliun atau tumbuh 0,4 persen year on year (YoY).

Namun, EBITDA perusahaan tercatat Rp670,28 miliar, menurun sebesar 5,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. SILO mencatat 75.259 pasien rawat inap dan 233.109 hari rawat inap, sementara kunjungan rawat jalan tetap kuat di atas 1,05 juta.

"Perseroan mempertahankan 4.195 tempat tidur operasional, dengan tingkat hunian sebesar 62,4 persen di tengah musim libur panjang," tulis manajemen Siloam dalam keterangannya, Selasa, 27 Mei 2025.

Selain itu, SILO juga memperluas aliran pendapatan dengan berfokus pada inovasi layanan kesehatan. Salah satu inisiatif utamanya mencakup keberhasilan peluncuran Stroke-Ready Hospital di 12 Rumah Sakit Siloam.

Fasilitas ini dirancang untuk memberikan penanganan stroke yang cepat dan terspesialisasi, didukung oleh protokol yang diakui secara internasional melalui Penghargaan WSO Angels.

Presiden Direktur Siloam, David Utama, mengatakan SILO akan memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan, sekaligus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin regional di Asia Tenggara.

"Di tengah tantangan sektor kesehatan, Perseroan telah menunjukan keberhasilan eksekusi dari berbagai inisiatif strategis dengan meningkatkan kapabilitas klinis serta memperluas layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," katanya.

Kinerja Saham SILO

Merujuk data Stockbit, Rabu, 28 Mei 2025, kinerja SILO juga belum menunjukkan perbaikan yang signifikan dari sisi harga saham. Harga saham SILO tercatat mengalami penurunan sebesar 25,93 persen sepanjang tahun 2025.

Bahkan dalam jangka waktu 6 bulan terakhir, harga saham merosot 22,08 persen. Padahal, jika melihat dalam rentang 3 hingga 5 tahun, SILO mencatat pertumbuhan impresif masing-masing sebesar 122,22 persen dan 255,56 persen.

Kinerja keuangan perusahaan dari sisi profitabilitas sebenarnya cukup solid. SILO membukukan Return on Assets (ROA) sebesar 8,48 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 12,85 persen.

Sementara itu, margin laba kotor pada kuartal terakhir mencapai 36,91 persen, dengan margin laba operasi dan margin laba bersih masing-masing sebesar 12,30 persen dan 8,10 persen.

Namun demikian, sisi likuiditas perusahaan terpantau kurang ideal. Current ratio hanya sebesar 0,72 dan Quick Ratio 0,67, menunjukkan bahwa kemampuan SILO dalam memenuhi kewajiban jangka pendek relatif terbatas. Sementara itu, Debt to Equity Ratio yang rendah di level 0,22 menjadi indikator positif bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait