Market Hari Ini 13 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Laba Bersih UNVR Naik 127 Persen, Keputusan Spin-off Es Krim Sudah Tepat?

Laba UNVR melonjak ke Rp7,64 triliun ditopang spin-off es krim Rp3,8 triliun, laba operasional tumbuh 22 persen dan penjualan kembali positif.

Laba bersih UNVR naik 127% ke Rp7,64 triliun didorong spin-off es krim. Simak kinerja operasional dan dividen 2025.

Divestasi es krim menjadi salah satu pendorong kenaikan laba bersih UNVR. Foto: Dok Unilever.
Divestasi es krim menjadi salah satu pendorong kenaikan laba bersih UNVR. Foto: Dok Unilever.

Daftar Isi

  1. 01 Penjualan Bertumbuh Empat Persen
  2. 02 Pembagian Dividen 100 Persen

KABARBURSA.COM - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan lonjakan laba bersih signifikan sepanjang 2025. Lonjakan tersebut ditopang keuntungan divestasi bisnis es krim. 

Laba bersih Unilever sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp7,64 triliun atau melonjak 127 persen secara tahunan. Kinerja ini mencerminkan kombinasi perbaikan operasional dan dampak satu kali dari spin–off senilai Rp3,8 triliun.

Jika mengesampingkan keuntungan divestasi serta bisnis yang dihentikan, laba bersih dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp3,54 triliun atau tumbuh 22 persen YoY. Artinya, secara fundamental operasional, UNVR tetap mencatat pemulihan meski lonjakan headline laba sebagian besar berasal dari transaksi non-operasional. 

Dengan basis ini, pertumbuhan laba mencerminkan perbaikan efisiensi dan stabilisasi kinerja setelah tekanan dalam dua tahun sebelumnya.

Pada kuartal IV 2025, laba bersih dari continuing operation tercatat sebesar Rp538 miliar atau naik 75 persen YoY namun turun 51 persen secara kuartalan. Penurunan QoQ tersebut dipengaruhi beban transformasi sebesar Rp460 miliar yang dibukukan pada periode tersebut, terutama pada segmen Home & Personal Care. 

Tanpa beban transformasi, laba bersih kuartalan mencapai Rp998 miliar atau hanya turun sekitar 10 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Manajemen menyatakan, proses transformasi akan tetap berlanjut pada 2026, namun dengan beban yang lebih rendah sekitar 30–40 persen dibanding total beban transformasi 2025 yang mencapai sekitar Rp700 miliar. 

Dengan demikian, tekanan terhadap bottom line dari sisi biaya diproyeksikan lebih ringan pada tahun mendatang, sehingga ruang perbaikan margin terbuka jika pertumbuhan penjualan tetap terjaga.

Penjualan Bertumbuh Empat Persen

Dari sisi top line, UNVR mencatatkan penjualan dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp31 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 4 persen YoY. Ini menjadi pertumbuhan positif pertama setelah dua tahun sebelumnya mengalami kontraksi, yakni turun 21 persen pada 2024 dan minus 6 persen pada 2023. 

Pemulihan penjualan ini menjadi sinyal awal stabilisasi bisnis inti.

Pada kuartal IV 2025, UNVR mencatatkan penjualan mencapai Rp7,7 triliun atau naik 17 persen YoY meski turun 4 persen QoQ. Segmen Home & Personal Care menjadi motor utama dengan pertumbuhan 20 persen YoY pada kuartal IV dan 4 persen YoY sepanjang tahun. 

Segmen Foods & Refreshment juga mencatat pertumbuhan 10 persen YoY pada kuartal IV dan 5 persen YoY sepanjang 2025, setelah sebelumnya mengalami tekanan pada 2024.

Pembagian Dividen 100 Persen 

Dari sisi kebijakan dividen, UNVR akan membagikan 100 persen laba bersih tahun buku 2025 serta hasil divestasi bisnis es krim dan teh Sariwangi. Total dividen yang akan dibagikan mencapai sekitar Rp8,1 triliun. 

Dengan dividen interim Rp3,3 triliun yang telah dibayarkan pada Desember 2025, sisa alokasi dividen sekitar Rp4,8 triliun. Pada harga saham Rp2.300 per saham, total distribusi tersebut mengindikasikan dividend yield sekitar 5,5 persen.

Secara keseluruhan, kinerja UNVR pada 2025 menunjukkan dua lapisan perbaikan. Pertama, perbaikan operasional yang tercermin dari pertumbuhan laba continuing operation dan pemulihan penjualan. 

Kedua, lonjakan laba headline yang didorong transaksi divestasi. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada efektivitas transformasi 2026 dan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan penjualan tanpa dukungan keuntungan non-berulang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait