Market Hari Ini 11 Dec 2023 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Laba BMRI dan BBCA Akan Mengembang. Kok Bisa ?

Laba BMRI dan BBCA Akan Mengembang. Kok Bisa ?
Laba BMRI dan BBCA Akan Mengembang. Kok Bisa ?

KABARBURSA.COM - Laba dua raksasa perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), diproyeksikan untuk terus mengembang pada periode akhir 2023 hingga 2024. Pertanyaannya, mampukah saham-saham mereka mengikuti tren kenaikan.

Sebagai contoh, Bank BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp40,2 triliun pada Oktober 2023, mengalami pertumbuhan 26,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, laba bersih BMRI naik 28,6 persen yoy, mencapai Rp40,5 triliun.

Analis dari Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi, dan Brandon Boedhiman, menyoroti bahwa penurunan biaya provisi menjadi pendorong utama pertumbuhan laba ini, sebagaimana tercantum dalam riset terbaru mereka.

Samuel Sekuritas tetap optimis terhadap kinerja bank-bank besar ini di akhir tahun, mempertahankan rating overweight untuk sektor ini berdasarkan kinerja solid pada 10 bulan pertama 2023.

BMRI menjadi top pick mereka dengan pertimbangan rasio pencadangan yang baik, pertumbuhan kredit yang solid, dan perbaikan kualitas aset.

Keberhasilan Bank Mandiri dalam ekspansi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) didukung oleh dana murah, terutama melalui current account saving account (CASA) yang tangguh.

Riset terbaru dari BRI Danareksa Sekuritas memberikan proyeksi pelambatan pertumbuhan pendapatan bagi bank-bank besar pada tahun 2024. Hal ini terutama dipicu oleh pertumbuhan pinjaman yang melambat, seiring dengan tren politik menjelang Pemilu 2024.

Meski demikian, NIM, cost to income ratio (CIR), dan cost of credit (CoC) diperkirakan tetap terkendali, menjaga kualitas aset tetap sehat. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, meyakini bahwa empat bank besar akan tetap memegang posisi kuat di pasar.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu (8/12/2023), harga saham BBCA turun 0,85 persen menjadi Rp8.750. Dalam sepekan, penurunan mencapai 2,23 persen, tetapi saham tetap berada di zona hijau dengan kenaikan 2,34 persen sepanjang tahun ini (year to date/ytd).

Samuel Sekuritas merekomendasikan pembelian saham BBCA dengan target harga Rp10.500. Sementara BRI Danareksa Sekuritas menyarankan pembelian dengan target harga BBCA di level Rp12.100.

Harga saham BMRI turun 0,87 persen pada penutupan perdagangan hari ini menjadi Rp5.700. Dalam satu minggu, terjadi penurunan sebesar 3,39 persen, meskipun masih mencatatkan kenaikan 14,86 persen sepanjang tahun ini (ytd). Samuel Sekuritas merekomendasikan pembelian saham BMRI dengan target harga Rp7.200, dan BRI Danareksa Sekuritas tetap memberikan rekomendasi pembelian dengan target harga Rp7.300.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait