Market Hari Ini 28 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Laba Emiten PP (PTRO) Meledak di Tengah Harga Saham Terkoreksi 19,5 Persen

Kinerja operasional Petrosea melonjak tajam, tetapi tekanan beban dan arus dana asing membuat pergerakan saham masih tertahan sepanjang awal 2026.

Kinerja PTRO Q1 2026 melonjak dari sisi pendapatan, namun saham masih turun 19 persen dengan arus asing keluar.

Laba Petrosea memang meledak, namun tidak dibarengi dengan kinerja saham yang justru anjlok 19,5 persen hingga bulan keempat 2026. (Foto: dol PTRO)
Laba Petrosea memang meledak, namun tidak dibarengi dengan kinerja saham yang justru anjlok 19,5 persen hingga bulan keempat 2026. (Foto: dol PTRO)

Daftar Isi

  1. 01 Aset Naik 1,4 Persen, Kas Bertumbuh
  2. 02 Kinerja Saham Melempem

KABARBURSA.COM – Laba PT Petrosea Tbk (PTRO) meledak di kuartal pertama 2026. Emiten Prajogo Pangestu (PP) ini mengalami lonjakan kinerja operasional yang tajam, di tengah harga saham yang terkoreksi hingga 19,5 persen di empat bulan pertama tahun ini.

Dalam catatan kinerjanya, di tiga bulan pertama, perusahaan mencatat pendapatan sebesar USD284,13 juta. Angka ini melesat 84,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar USD154,22 juta.

Kenaikan pendapatan ini mendorong laba bruto naik lebih tinggi, mencapai USD36,69 juta atau tumbuh 127,9 persen secara tahunan. 

Walau begitu, masih ada angka merah dalam catatan tersebut. Beban langsung dilaporkan membengkak sebesar 79,1 persen. Beban bunga dan keuangan ikut naik 89,9 persen menjadi USD17,31 juta. Akibatnya, laba sebelum pajak turun 48,7 persen menjadi USD1,71 juta.

Beban penjualan dan administrasi juga terkerek naik sebanyak 22,6 persen menjadi USD12,21 juta. Dan, pos lain-lain berbalik mencatat rugi USD3,82 juta, dari sebelumnya laba USD6,71 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat laba periode berjalan hanya naik terbatas menjadi USD1,08 juta.

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk bertumbuh 50,5 persen dari USD920 ribu menjadi USD1,39 juta, tumbuh. Kenaikan ini menunjukkan adanya faktor non-operasional yang mempengaruhi distribusi laba, meski tekanan pada profitabilitas inti masih terlihat.

Aset Naik 1,4 Persen, Kas Bertumbuh

Dari sisi neraca, total aset PTRO tercatat sebesar USD1,61 miliar, naik 1,4 persen. Kas dan setara kas juga tumbuh 9,4 persen menjadi USD78,83 juta. Liabilitas mengikuti, meningkat 1,8 persen menjadi USD1,3 miliar.

Ekuitas sedikit terkoreksi, turun 0,3 persen menjadi USD306,56 juta. Di sini, ekspansi masih ditopang oleh peningkatan kewajiban.

Kinerja Saham Melempem

Beralih ke pergerakan saham. PTRO sepanjang kuartal pertama 2026 justru menunjukkan arah yang berbeda dibanding kinerja pendapatan. 

Pada awal Januari 2026, harga saham berada di level 7.050, sebelum turun ke 6.125 pada Februari dan kembali melemah ke 4.450 di Maret. Memasuki April, harga sempat pulih ke 5.675, tetapi secara kumulatif masih mencatat penurunan sekitar 19,5 persen dari awal tahun.

Dari sisi transaksi, total nilai perdagangan selama empat bulan pertama tahun ini mencapai sekitar Rp47,21 triliun, dengan volume kumulatif sekitar 69,22 juta saham dan frekuensi transaksi yang konsisten tinggi di setiap bulan. 

Pergerakan dana asing memperlihatkan pola yang berbalik arah dalam periode tersebut. Pada Januari, investor asing mencatat net buy sekitar Rp583,95 miliar, namun berbalik menjadi net sell Rp353,39 miliar di Februari. 

Maret sempat mencatat net buy tipis Rp13,93 miliar, sebelum kembali terjadi net sell Rp295,78 miliar di April. Sehingga secara kumulatif, asing mencatat net sell sekitar Rp51,29 miliar.

Aliran dana ini berjalan seiring dengan dinamika harga yang cenderung melemah sejak awal tahun, meskipun sempat terjadi pemulihan jangka pendek di April. Volume transaksi yang tetap tinggi di tengah tekanan harga menunjukkan adanya aktivitas distribusi dan akumulasi yang berlangsung bersamaan di pasar.

Secara keseluruhan, kinerja PTRO pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif dari sisi pendapatan, tetapi diikuti peningkatan beban yang signifikan. Di pasar saham, respons investor masih terlihat berhati-hati, dengan tekanan harga yang belum sepenuhnya pulih meski aktivitas perdagangan tetap ramai dan likuiditas terjaga.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait