Market Hari Ini 20 Jul 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Laba Emiten Rumah Sakit ini Melejit 32 Persen di Enam Bulan

Laba Emiten Rumah Sakit ini Melejit 32 Persen di Enam Bulan
Laba Emiten Rumah Sakit ini Melejit 32 Persen di Enam Bulan

Daftar Isi

  1. 01 Target MIKA 2024
  2. 02 Rekomendasi Saham MIKA

KABARBURSA.COM - Per 30 Juni 2024, emiten rumah sakit, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatat laba bersih sebesar Rp600,56 miliar, naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp453,10 miliar. Akibatnya, laba bersih per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp43,18 dari sebelumnya Rp32,19.

Pendapatan bersih mencapai Rp2,45 triliun, naik 20 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,04 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp1,13 triliun dari Rp1,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat sebesar Rp1,31 triliun, naik dari Rp1,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Beban usaha meningkat menjadi Rp562,99 miliar dari sebelumnya Rp455,61 miliar. Pendapatan lain-lain naik menjadi Rp23,18 miliar dari Rp20,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban lain-lain meningkat menjadi Rp445,91 juta dari hanya Rp18,50 juta. Laba usaha mencapai Rp777,91 miliar, naik dari Rp580,66 miliar.

Pendapatan keuangan naik menjadi Rp45,13 miliar dari Rp36,06 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban keuangan meningkat menjadi Rp8,8 miliar dari Rp6,58 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp814,34 miliar, melonjak dari Rp610,14 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban pajak penghasilan naik menjadi Rp169,30 miliar dari Rp122,52 miliar.

Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp645,04 miliar, naik dari Rp487,62 miliar. Total ekuitas meningkat menjadi Rp6,77 triliun dari Rp6,59 triliun. Jumlah liabilitas naik menjadi Rp1,28 triliun dari Rp741,05 miliar pada akhir tahun 2023. Total aset mencapai Rp8,05 triliun, naik dari Rp7,34 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

Target MIKA 2024

Adapun MIKA akan terus lanjutkan kspansi rumah sakit baru di tahun 2024. Head of Investor Relations Mitra Keluarga Aditya Widjaja mengatakan MIKA akan terus melanjutkan sejumlah strategi guna mendongkrak kinerja hingga akhir tahun 2024.

Ia menyebutkan salah satunya rencana pada tahun 2024 MIKA akan melakukan ground breaking untuk rumah sakit baru. MIKA akan menjalankan proyek ground breaking tahun 2024 ini untuk pembukaan di tahun 2025 mendatang.

"Satu rumah sakit sudah kami lakukan di Januari 2024 lalu, sisa dua rumah sakit akan menyusul di kuartal II dan kuartal III 2024 ini," jelas Aditya.

Aditya menyebutkan MIKA telah menyiapkan anggaran belanja modal untuk ekspansi rumah sakit baru sebesar Rp 1 triliun. Selain itu, capex yang disiapkan nantinya juga akan digunakan untuk pembelian lat-alat edis dan renovasi existing.

Pada tahun 2024 ini MIKA akan lebih fokus untuk penambahan layanan unggulan baru seperti Hearing & otology center di Mitra Keluarga Kelapa Gading serta Oncology Center yang lebih komprehensif dan terkini di Bekasi Timur.

Aditya optimistis pertumbuhan tahun ini akan didorong dari pertumbuhan pasien dari rumah sakit baru serta penambahan kapasitas tempat tidur. "Selain itu juga dari sisi peningkatan intensitas layanan seperti pusat unggulan baru dan penambahan subspesialis," ucapnya.

Rekomendasi Saham MIKA

Analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh melihat kinerja positif MIKA di kuartal I 2024 didorong oleh margin yang lebih tinggi dan komposisi pembayar yang lebih baik. Ia mencatat margin EBITDA meningkat sebesar 210bps menjadi 37 persen didukung oleh margin obat-obatan yang lebih baik karena MIKA menerapkan rata-rata kenaikan harga sebesar 8-10 persen di luar kenaikan ASP secara keseluruhan sebesar 5-7 persen yang efektif pada bulan Januari 2024.

Per kuartal I 2024 MIKA berhasil mencatat laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 288,9 miliar. Angka tersebut tumbuh hingga 25,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 yaitu Rp 230,6 miliar.

Lalu MIKA mencatat pendapatan pada kuartal I 2024 sebesar Rp 1,24 triliun, naik 21,5 persen jika dibandingkan pada kuartal I 2023 yang sebesar Rp 1,02 triliun.

Sementara itu jumlah aset MIKA pada kuartal I 2024 juga tumbuh 6,26 persen menjadi Rp 7,80 triliun. Begitu pula dengan jumlah liabilitas yang sebesar Rp 880,03 miliar atau tumbuh 18,7 persen. Kemudian jumlah ekuitas juga turut meningkat menjadi Rp 6,92 triliun.

"Pada saat yang sama, MIKA berhasil memperoleh diskon dari pemasok obatnya, sebagaimana tercermin pada penurunan biaya obat," jelas Ismal.

Ismail mengatakan MIKA juga telah mengindikasikan bahwa volume traffic pasien dalam dua minggu terakhir bulan April 2024 telah kembali ke level bulan Maret 2024, yang merupakan level tertinggi tahunan dalam hal rata-rata pasien per hari.

Ismail berpendapat jika tren ini terus berlanjut, seiring dengan strategi perusahaan untuk menyediakan lebih banyak tempat tidur bagi pasien non-BPJS, pertumbuhan pendapatan FY24 akan melampaui panduan (12,5-15 persen) dengan margin EBITDA sebesar 35,5-37 persen.

"Kami memperkirakan MIKA akan terus menghasilkan pendapatan yang lebih kuat pada sisa tahun fiskal 2024 di tengah strategi organiknya untuk mendapatkan kasus dengan intensitas lebih tinggi dengan tingkat harga yang diperbarui dan komposisi pembayar yang lebih baik," ujarnya. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait