Market Hari Ini 04 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Laba Jasa Marga (JSMR) Anjlok, Asing Catatkan Net Buy Rp85,43 Miliar

Kinerja operasional masih tumbuh di level margin, namun tekanan laba bersih dan arus dana asing membentuk pergerakan saham sepanjang 2026.

Laba JSMR turun ke Rp774 miliar di 1Q26. Saham sempat naik, lalu terkoreksi seiring perubahan arus asing.

Laba bersih JSMR tercatat turun 16,5 persen. Tekanan pada saham juga masih tinggi, asing mencatatkan net buy sebesar Rp85,43 miliar. (Foto: dok Jasa Marga)
Laba bersih JSMR tercatat turun 16,5 persen. Tekanan pada saham juga masih tinggi, asing mencatatkan net buy sebesar Rp85,43 miliar. (Foto: dok Jasa Marga)

Daftar Isi

  1. 01 Utang Masih Besar
  2. 02 Harga Saham Tak Stabil

KABARBURSA.COM - Kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pada kuartal pertama 2026 masih memperlihatkan tekanan pada sisi laba. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp774,7 miliar, turun 16,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp927,5 miliar.

Pendapatan pun turun tipis 0,2 persen secara tahunan di level Rp6,44 triliun. Namun, perusahaan masih mencatatkan peningkatan pada sisi profitabilitas operasional.

Dalam laporan keuangannya, laba kotor JSMR naik 9,6 persen menjadi Rp2,93 triliun, sementara EBITDA tumbuh 9,4 persen menjadi Rp3,22 triliun. Margin juga tetap terjaga dengan gross margin sebesar 45,5 persen dan EBITDA margin mencapai 50 persen.

Utang Masih Besar 

Dari sisi neraca, struktur keuangan masih menunjukkan porsi utang yang besar. Total liabilitas berbunga terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp14,96 triliun dan utang jangka panjang Rp82,11 triliun, menghasilkan rasio debt to equity sebesar 1,53 kali.

Sementara itu, rasio debt terhadap EBITDA tercatat di level 30,13 kali, dengan kemampuan pembayaran bunga (EBITDA to interest expense) sebesar 3,62 kali. Data ini menggambarkan posisi leverage yang masih dominan dalam struktur pendanaan perusahaan.

Harga Saham Tak Stabil

Di pasar saham, pergerakan JSMR sepanjang awal 2026 menunjukkan pola yang tidak stabil. Pada Januari, saham sempat menguat ke level 3.560, disertai net foreign buy sebesar Rp77,97 miliar.

Penguatan berlanjut pada Februari dengan harga mencapai 3.700, diikuti arus masuk asing sebesar Rp10,18 miliar. Namun, tren tersebut mulai berubah pada Maret, ketika saham turun tajam ke 3.070 dengan tekanan jual asing mencapai Rp27,90 miliar.

Koreksi berlanjut pada April dengan harga turun ke 2.960, meski sempat disertai net buy asing sebesar Rp25,18 miliar. Hingga awal Mei, saham bergerak di kisaran 2.970, menunjukkan fase konsolidasi setelah volatilitas yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Secara akumulatif, arus dana asing sepanjang Januari hingga April 2026 masih mencatatkan posisi masuk bersih. Total pembelian asing tercatat sebesar Rp459,85 miliar, sementara penjualan mencapai Rp374,42 miliar, sehingga menghasilkan net foreign buy sekitar Rp85,43 miliar.

Perubahan arus dana asing ini memperlihatkan dinamika yang tidak konsisten, di mana akumulasi sempat terjadi pada awal tahun sebelum berbalik menjadi tekanan jual pada Maret. Pola tersebut kemudian kembali berbalik pada April, meski belum mampu mengangkat harga secara signifikan.

Dengan kombinasi kinerja operasional yang masih mencatat pertumbuhan dan tekanan pada laba bersih serta pergerakan saham yang fluktuatif, posisi JSMR sepanjang awal 2026 menunjukkan adanya perbedaan arah antara fundamental dan respons pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait