Market Hari Ini 03 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Laba MAPI Tembus Rp762 Miliar, Harga di Bawah Konsensus

Pendapatan dan laba kuartal pertama melonjak, namun saham MAPI masih bergerak di bawah target konsensus analis yang mayoritas merekomendasikan beli.

Kinerja MAPI Q1 2026 naik signifikan dengan laba Rp762 miliar. Mayoritas analis beri rekomendasi buy dengan target Rp1.608.

Meskipun MAPI mencatatkan laba yang naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun harga MAPI masih berada di bawah konsensus. (Foto: dok Mitra Adiperkasa)
Meskipun MAPI mencatatkan laba yang naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun harga MAPI masih berada di bawah konsensus. (Foto: dok Mitra Adiperkasa)

Daftar Isi

  1. 01 Laba Kuartalan Turun
  2. 02 Rekomendasi Buy dan Target Harga

KABARBURSA.COM - Di tengah tekanan yang sempat menyeret harga sahamnya turun ke 1.215, kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) justru memperlihatkan akselerasi yang cukup terasa di awal 2026. 

Kuartal pertama tahun ini dibuka dengan pendapatan sebesar Rp12,29 triliun, naik signifikan dibandingkan Rp9,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini langsung terlihat dari laba kotor yang naik ke Rp4,87 triliun dari Rp4,08 triliun.

Pergerakan di level operasional juga ikut menguat. Laba usaha MAPI tercatat sebesar Rp1,05 triliun, meningkat dari Rp769 miliar pada kuartal I-2025. Pun dengan laba sebelum pajak yang naik ke Rp941 miliar dari Rp687 miliar. 

Di level paling bawah, laba bersih yang dapat diatribusikan mencapai Rp762 miliar. Angka ini tumbuh dari Rp567 miliar. Pertumbuhan yang terjadi pada MAPI bukan hanya di sisi top line, tetapi juga mengalir hingga bottom line.

Laba Kuartalan Turun

Namun, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ada dinamika yang sedikit berbeda. Laba bersih Q1 2026 tercatat lebih rendah dibanding Q4 2025 yang mencapai Rp1,01 triliun. Begitu pula dengan laba usaha yang turun dari Rp1,50 triliun. 

Artinya, meski secara tahunan MAPI tumbuh kuat, tetapi secara kuartalan terdapat normalisasi setelah periode akhir tahun yang biasanya ditopang momentum belanja.

Dari sisi rasio, Return on Equity (ROE) berada di level 4,29 persen, naik dari 3,82 persen pada Q1 2025. Sementara, Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 1,84 persen dari sebelumnya 1,51 persen. Di saat yang sama, interest coverage ratio berada di 6,75 kali. Catatan ini menunjukkan bahwa MAPI masih mampu memenuhi kewajiban bunga di tengah ekspansi bisnis yang sedang berjalan.

Rekomendasi Buy dan Target Harga

Kinerja ini berjalan beriringan dengan pandangan analis yang masih cenderung solid terhadap saham MAPI. Dari total 28 analis yang memantau, sebanyak 27 memberikan rekomendasi buy, hanya satu yang berada di posisi hold, dan tidak ada yang merekomendasikan sell

Konsensus ini tercermin dalam target harga rata-rata di Rp1.608, dengan estimasi tertinggi Rp1.720 dan terendah Rp1.400. Sementara, posisi harga saat ini berada di Rp1.215.

Jika ditarik lebih panjang, proyeksi konsensus menunjukkan tren pertumbuhan yang berlanjut. Pendapatan diperkirakan naik dari Rp43,08 triliun pada 2025 menjadi Rp45,61 triliun di 2026 dan Rp50,12 triliun pada 2027. 

Laba bersih juga diproyeksikan meningkat dari Rp2,23 triliun menjadi Rp2,27 triliun dan kemudian Rp2,63 triliun, dengan EPS yang terus bertumbuh dari 134,41 menjadi 160,78 dalam dua tahun ke depan.

Dengan kombinasi ini, MAPI berada dalam situasi yang cukup menarik. Di satu sisi, kinerja kuartal pertama menunjukkan pertumbuhan tahunan yang kuat dengan perbaikan di berbagai lini. Di sisi lain, harga saham justru berada di bawah rata-rata target analis, sementara konsensus masih menunjukkan dominasi rekomendasi beli.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait