Market Hari Ini 04 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Laba Siloam (SILO) Tumbuh Dua Digit tapi Laju Kuartalan Mulai Tersendat

Pendapatan, EBITDA, dan laba bersih Siloam tumbuh, ditopang ekspansi kapasitas dan peningkatan layanan kesehatan.

SILO catat laba Rp293 miliar di kuartal I 2026, naik 14,8 persen YoY.

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat kinerja keuangan dan operasional tertinggi pada kuartal I 2026. (Foto: Dok. Siloam Hospitals)
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat kinerja keuangan dan operasional tertinggi pada kuartal I 2026. (Foto: Dok. Siloam Hospitals)

Daftar Isi

  1. 01 Tabel 1. Kinerja Keuangan SILO per Kuartal
  2. 02 Tabel 2. Kinerja Operasional SILO

KABARBURSA.COM – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat kinerja keuangan dan operasional tertinggi pada kuartal I 2026. Pertumbuhan terjadi di seluruh lini utama, didorong ekspansi kapasitas dan peningkatan layanan.

Presiden Direktur Siloam David Utama menyampaikan kinerja ini mencerminkan hasil dari transformasi yang telah dijalankan. 

“Siloam memasuki tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, dimana transformasi yang kami lakukan sepanjang tahun lalu mulai memberikan hasil yang nyata. Kami mencatatkan kuartal dengan kinerja tertinggi, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,4 persen year on year (yoy), EBITDA meningkat 11,7 yoy, dan laba bersih tumbuh 14,8 persen, didukung oleh realisasi investasi strategis utama serta peningkatan berkelanjutan pada mekanisme rujukan pasien,” ujarnya dalam siaran pers dikutip, Senin, 4 Mei 2026.

Pada periode Januari–Maret 2026, Siloam membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,55 triliun, naik 8,4 persen dibandingkan Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA tercatat Rp748,85 miliar atau tumbuh 11,7 persen dari Rp670,29 miliar.

Laba bersih juga meningkat menjadi Rp293,57 miliar atau naik 14,8 persen dari Rp255,80 miliar. Marjin EBITDA berada di level 29,4 persen, naik dari 28,5 persen, sementara marjin laba bersih meningkat menjadi 11,5 persen dari 10,9 persen.

Secara kuartalan, kinerja menunjukkan penurunan dibanding kuartal IV 2025. Pendapatan turun 4,0 persen dari Rp2,65 triliun, EBITDA turun 8,3 persen dari Rp816,58 miliar, dan laba bersih terkoreksi 20,0 persen dari Rp367,05 miliar.

Tabel 1. Kinerja Keuangan SILO per Kuartal

KomponenKuartal I 26Kuartal I 25YoYKuartal IV 25QoQ
Pendapatan Bersih2.546.6372.349.240+8,4%2.653.397-4,0%
EBITDA748.854670.286+11,7%816.577-8,3%
Marjin EBITDA29,4%28,5%+0,9%30,8%-1,4%
Laba Bersih293.572255.803+14,8%367.054-20,0%
Marjin Laba Bersih11,5%10,9%+0,6%13,8%-2,3%

Kinerja ini didukung ekspansi kapasitas tempat tidur yang meningkat 4,5 persen secara tahunan menjadi 4.383 unit. Tingkat okupansi tetap stabil di 62,4 persen.

Dari sisi operasional, jumlah rawat inap mencapai 76.847 pasien atau naik 2,1 persen. Hari perawatan meningkat 5,6 persen menjadi 246.217 hari, sementara kunjungan rawat jalan tumbuh 1,4 persen menjadi 1.065.792 kunjungan.

Tabel 2. Kinerja Operasional SILO

KomponenKuartal I 26Kuartal I 25YoYKuartal IV 25QoQ
Tempat Tidur4.3834.195+4,5%4.310+1,7%
Rawat Inap76.84775.259+2,1%80.548-4,6%
Hari Perawatan246.217233.109+5,6%259.509-5,1%
Okupansi62,4%62,4%0,0%65,4%-4,6%
Rawat Jalan1.065.7921.051.195+1,4%1.127.385-5,5%

Manajemen menyebut pertumbuhan ini ditopang realisasi belanja modal multi-tahun, termasuk pengembangan fasilitas di Makassar dan Surabaya. Selain itu, peningkatan sistem rujukan pasien juga menjadi pendorong utama.

Siloam, ungkap David, juga memperluas layanan melalui peluncuran program bedah robotik di Indonesia Timur serta pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Inisiatif ini diarahkan untuk membangun konsep layanan kesehatan berbasis hospital of the future.

Di sisi layanan, perusahaan meluncurkan Siloam Medical Concierge yang menyediakan layanan second opinion, rujukan spesialis, dan panduan perawatan terintegrasi di dalam negeri. 

“Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan retensi pasien dan mengurangi ketergantungan layanan ke luar negeri,” tutur David.

Manajemen menegaskan strategi ke depan akan tetap berfokus pada penguatan kapabilitas klinis dan peningkatan pengalaman pasien. Seluruh inisiatif tersebut dijalankan seiring komitmen keberlanjutan yang tertuang dalam laporan “The Care Continuum”.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait