Market Hari Ini 25 Mar 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

Laba WIFI Melonjak ke Rp632,9 Miliar di 2025: ini Penopangnya

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan lonjakan pendapatan usaha neto yang mencapai Rp1,66 triliun, melonjak 147 persen

PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau SURGE dengan kode saham WIFI membukukan kinerja keuangan melonjak sepanjang tahun buku 2025

Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau SURGE dengan kode saham WIFI membukukan kinerja keuangan melonjak sepanjang tahun buku 2025. Emiten yang bergerak di sektor infrastruktur digital ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang kuat, seiring ekspansi agresif jaringan serat optik dan layanan konektivitas.

Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, SURGE mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp632,9 miliar, meningkat tajam 176 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp229,27 miliar. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp408,6 miliar, tumbuh 76,75 persen dari Rp231,28 miliar pada 2024.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan lonjakan pendapatan usaha neto yang mencapai Rp1,66 triliun, melonjak 147 persen secara tahunan dari Rp671,9 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh bisnis utama perseroan di sektor telekomunikasi, khususnya penyediaan infrastruktur serat optik dan layanan internet broadband.

Selain itu, segmen periklanan digital juga memberikan kontribusi stabil melalui ekosistem media digital yang tersebar di berbagai titik transportasi dan ruang publik. Kombinasi kedua lini bisnis ini memperkuat struktur pendapatan perseroan secara berkelanjutan.

Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, mengungkapkan bahwa secara operasional perseroan telah mencatatkan basis pelanggan yang solid. “Saat ini secara operasional perseroan telah memiliki pelanggan 2,5 juta Home Pass, 1,5 juta Home Connect dan tingkat take-up hingga 60 persen, termasuk yang tertinggi di industri,” ujarnya dalam pernyataan tertulis Rabu, 25 Maret 2026.

Dari sisi profitabilitas, efisiensi operasional tercermin dari capaian EBITDA sebesar Rp1,15 triliun dengan margin EBITDA mencapai 69 persen. Angka ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengoptimalkan utilisasi jaringan infrastruktur yang dimiliki.

Ekspansi bisnis yang agresif juga tercermin dari pertumbuhan total aset yang melonjak signifikan menjadi Rp15,17 triliun per akhir 2025, meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan Rp2,91 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan aset tetap neto menjadi Rp5,22 triliun, seiring pembangunan jaringan serat optik nasional.

Di sisi lain, total liabilitas tercatat sebesar Rp6,65 triliun atau naik 243,3 persen dari Rp1,93 triliun pada 2024. Namun, ekuitas perseroan justru melonjak lebih tinggi hingga 778,28 persen menjadi Rp8,51 triliun dari sebelumnya Rp969,84 miliar, yang memperkuat struktur permodalan untuk mendukung ekspansi ke depan.

Likuiditas perseroan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Kas dan setara kas melonjak drastis menjadi Rp6,16 triliun dibandingkan Rp18,5 miliar pada akhir 2024. Kondisi ini memberikan ruang fleksibilitas bagi perseroan untuk membiayai belanja modal dan operasional tanpa ketergantungan tinggi pada pendanaan eksternal.

Arus kas dari pelanggan turut mencatatkan kinerja positif dengan total penerimaan sebesar Rp1,46 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan kualitas pendapatan yang solid serta efektivitas dalam proses penagihan.

Memasuki tahun 2026, perseroan menyiapkan strategi ekspansi lanjutan dengan menjadikan teknologi 5G Fixed Wireless Access sebagai motor pertumbuhan. Integrasi antara jaringan fiber optik dan konektivitas nirkabel diharapkan mampu memperluas akses internet broadband yang terjangkau di Indonesia.

“Tahun 2025 adalah tahun yang menentukan bagi SURGE. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan operasional yang efisien, kami yakin peluncuran platform 5G FWA akan menjadi titik balik yang signifikan untuk mengakselerasi lintasan pertumbuhan kami di masa depan,” ujar Yune.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait