Market Hari Ini 06 Jun 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Laba WIFI Meroket Jadi Rp82 Miliar di Kuartal I 2025

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) laporkan laba bersih kuartal I 2025 naik hampir tiga kali lipat, bersiap gelar RUPS dan RUPSLB bahas laba, dividen, dan transaksi strategis.

WIFI catat laba bersih Rp82 miliar di kuartal I 2025. RUPS bahas laba dan auditor, RUPSLB bahas penyertaan modal Rp999 miliar dari NTT ke anak usaha IJE.

Ilustrasi: saham emiten WIFI. (Foto: Dok. Surge)
Ilustrasi: saham emiten WIFI. (Foto: Dok. Surge)

KABARBURSA.COM - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membukukan pertumbuhan laba yang signifikan pada kuartal I 2025. Laba bersih tercatat sebesar Rp82,6 miliar, naik hampir tiga kali lipat dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp29,2 miliar. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan pendapatan usaha dan margin laba yang lebih efisien.

Pendapatan usaha naik dari Rp139,78 miliar menjadi Rp231,56 miliar. Laba kotor meningkat menjadi Rp174,27 miliar dari sebelumnya Rp79,92 miliar. Sementara beban bunga dan keuangan tercatat naik menjadi Rp42,17 miliar seiring peningkatan pinjaman perusahaan.

“Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp82,57 miliar,” tulis manajemen WIFI dalam laporan keuangan interim, dikutip Jumat, 6 Juni 2025. 

Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan naik dari Rp12,65 menjadi Rp35,03. Penghasilan komprehensif lain juga tercatat positif sebesar Rp1,05 miliar.

Pencapaian tersebut turut tercermin dari kenaikan tajam kas dan setara kas perusahaan. Posisi kas melonjak dari Rp18,49 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp183,27 miliar per 31 Maret 2025. Arus kas dari aktivitas operasi pun mencatat perbaikan drastis menjadi Rp84,72 miliar, dibanding kuartal I tahun lalu yang negatif Rp159,16 miliar.

Total aset WIFI meningkat menjadi Rp3,27 triliun dari Rp2,90 triliun. Ekuitas juga menguat dari Rp969 miliar menjadi Rp1,05 triliun. Kinerja keuangan ini memberikan ruang lebih besar bagi ekspansi dan penguatan struktur permodalan.

Untuk membahas kinerja tersebut, WIFI akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) pada 12 Juni 2025. RUPS akan berlangsung di InterContinental Jakarta Pondok Indah, pukul 14.00 WIB. Agenda rapat mencakup pengesahan laporan tahunan, penetapan laba, dan penunjukan auditor independen.

Dua pekan berselang, perusahaan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2025. Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan pemegang saham atas rencana penyertaan modal NTT e-Asia Pte Ltd ke anak usaha PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Rapat digelar di kantor pusat Fatmawati Mas dan daring melalui eASY.KSEI.

NTT e-Asia akan mengambil 49 persen saham IJE senilai Rp999,87 miliar. Pembelian dilakukan atas 685,78 juta lembar saham baru dengan harga Rp1.458 per saham. Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya setara 103,1 persen dari total ekuitas perseroan.

“IJE adalah anak usaha yang bergerak di bidang telekomunikasi kabel dan jasa internet,” terang manajemen dalam keterbukaan informasi. Per akhir 2024, IJE membukukan laba bersih Rp168 miliar dan aset sebesar Rp2,17 triliun. Aktivitas operasional IJE juga mencakup layanan ISP dan periklanan digital.

Penilaian independen terhadap IJE dilakukan oleh KJPP Toha Okky Heru & Rekan. Nilai pasar IJE ditaksir antara Rp1,05 triliun hingga Rp1,19 triliun. Pendekatan utama yang digunakan dalam penilaian adalah metode diskonto arus kas (DCF) dengan bobot 60 persen.

Dana hasil transaksi ini rencananya akan digunakan untuk ekspansi IJE. Manajemen menjelaskan bahwa transaksi dilakukan dalam rangka kemitraan strategis jangka panjang. “NTT masuk sebagai investor strategis untuk memperkuat sinergi digital dan jaringan infrastruktur,” ujar Direktur Utama Yune Marketatmo dalam pemanggilan resmi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait