Market Hari Ini 08 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Lahan Perkebunan Karet Indonesia Merosot

Lahan Perkebunan Karet Indonesia Merosot
Lahan Perkebunan Karet Indonesia Merosot

KABARBURSA.COM - Lahan perkebunan karet di Indonesia merosot. Kementerian Pertanian mencatat bahwa total luas areal kebun karet nasional mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2023, luasnya mencapai 3.824.939 hektar.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, luas lahan perkebunan karet nasional saat ini mencapai 3,67 juta hektar. Luas ini mengalami peningkatan sebesar 72 persen dari posisi pada tahun 1970 yang hanya mencapai 1,81 juta hektar. Hingga akhir tahun 2019, luas lahan perkebunan sawit diperkirakan mencapai 3,68 juta hektar.

Menurut status pengusahaannya, luas lahan sawit terbesar dimiliki oleh perkebunan rakyat (PR), mencapai 3,11 juta hektar atau sekitar 84,8 persen dari total luas lahan sawit di Indonesia. Perkebunan besar swasta (PBS) memiliki luas lahan sawit sebesar 324 ribu hektar atau sekitar 8,82 persen dari total, sedangkan luas lahan karet yang dimiliki perkebunan besar negara (PBN) mencapai 234 ribu hektar atau sekitar 6,37 persen dari total.

Karet merupakan salah satu komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik, ekspor karet remah (crumb rubber) pada tahun 2018 mencapai 2,74 juta ton dengan nilai US$ 3,83 miliar atau setara dengan Rp 53,7 triliun. Nilai tersebut menyumbang sekitar 2,36 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia yang mencapai US$ 162,81 miliar. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia, bersama dengan Thailand dan Malaysia. Produksi karet nasional pada tahun 2018 mencapai 3,63 juta ton, mengalami penurunan sebesar 1,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Provinsi penghasil karet terbesar adalah Sumatera Selatan, yang menghasilkan sekitar 27 persen dari total produksi karet nasional. Di urutan kedua adalah Sumatera Utara dengan produksi sekitar 12,7 persen dari total, dan ketiga adalah Riau dengan produksi sekitar 9,5 persen dari total. Dari 10 provinsi penghasil karet terbesar, tujuh di antaranya berasal dari Sumatera.

Lebih dari 80 persen karet Indonesia dihasilkan dari perkebunan rakyat, sedangkan sisanya berasal dari perkebunan besar negara dan perkebunan swasta. Volume ekspor karet remah Indonesia pada tahun 2016 mencapai 2,49 juta ton, mengalami penurunan sebesar 1,9 persen dari tahun sebelumnya. Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia, diikuti oleh Jepang dan Tiongkok. Luas perkebunan karet Indonesia mencapai 3,6 juta hektar dengan produksi mencapai 3,16 juta ton, dengan jumlah perusahaan karet besar sebanyak 315 perusahaan menurut data Badan Pusat Statistik.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait