Market Hari Ini 14 Feb 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

LBH Pers Heran KPU Kuat Lindungi Data Caleg, Lemah ke DPT

LBH Pers Heran KPU Kuat Lindungi Data Caleg, Lemah ke DPT
LBH Pers Heran KPU Kuat Lindungi Data Caleg, Lemah ke DPT

KABARBURSA.COM - Direktur LBH Pers Ade Wahyudi meyakini Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan "tebang pilih" dalam pelindungan data warga negara Indonesia.

Hal ini terlihat, kata Ade, dari bocornya data pemilih tetap (DPT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang terjadi pada November tahun lalu.

"KPU lemah melindungi data publik terkait dengan DPT. Yang kita tahu di bulan November (2023) itu terjadi kebocoran masif, peretasan," kata Ade dalam diskusi publik secara daring bersama AJI Indonesia, Selasa, 13 Februari 2024.

Ia melanjutkan, KPU tampak sangat melindungi data riwayat hidup atau curriculum vitae (CV) calon legislatif (caleg) Pemilu 2024 yang telah dibatasi aksesnya sebnayak 30 persen caleg.

"Di satu sisi dia (KPU) sangat ketat melindungi riwayat hidup para caleg, tapi di sisi lain terjadi kebocoran data, dugaan diretas," ujarnya.

Adapun kebocoran data DPT yang diduga dilakukan peretas tidak bertanggung jawab itu belum membuahkan hasil lantaran hasil investigasi KPU dan badan penegak hukum lainnya tidak berprogres.

"Hingga saat ini kita belum tahu hasil investigasinya apa. Ini jelas pelanggaran data pribadi," tutur Ade

"Yang dilakukan oleh KPU dan penegak hukum lainnya hingga saat ini belum terlihat progresnya," sambungnya.

Direktur LBH Pers itu meragukan progres investigasi itu benar-benar menghasilkan. Pasalnya, kebocoran data hanya berhenti diselidiki tanpa bisa dicari solusinya.

"Seperti lagu lama sebelumnya ketika terjadi kebocoran-kebocoran data itu selalu seperti itu. 'Kita akan lakukan investigasi' tapi ketika hasilnya keluar oh tidak ada legitimate access, oh berhenti di situ," papar dia.

Ade pun menyayangkan bahwa data DPT yang seharusnya dapat dilindungi negara nyatanya yang terjadi malah sebaliknya.

"Padahal data-data ini adalah data warga negara Indonesia. Pemerintah harus melindungi data masyarakat kita," pungkas Ade. (ari/pram)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait