Market Hari Ini 03 Nov 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Likuiditas Global Membaik, IHSG Masuki Fase Bullish yang Solid

Pemangkasan suku bunga The Fed menjadi sinyal perubahan arah kebijakan menuju keseimbangan baru

Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Helmy Kristanto, menilai pasar saham Indonesia tengah menapaki fase bullish yang kian kokoh

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Helmy Kristanto, menilai pasar saham Indonesia tengah menapaki fase bullish yang kian kokoh. Optimisme itu menguat seiring berakhirnya siklus pengetatan kebijakan moneter global.

“Pemangkasan suku bunga The Fed menjadi sinyal perubahan arah kebijakan menuju keseimbangan baru. Likuiditas global berpeluang longgar kembali, membuka ruang bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk menjaga stabilitas tanpa tekanan bunga tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin 3 Oktober 2025.

Helmy menambahkan, langkah The Fed menghentikan pengurangan neraca atau balance sheet runoff per 1 Desember 2025 menjadi sinyal kuat bagi pelonggaran likuiditas dunia. Dampaknya, arus modal berpotensi lebih deras mengalir ke pasar berkembang, termasuk Indonesia—negara dengan prospek pertumbuhan dan imbal hasil aset yang masih kompetitif.

“Sentimen pasar mulai berbalik positif seiring penurunan suku bunga global. Dengan inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi stabil, dan ruang kebijakan yang masih lapang, Indonesia tampil lebih tangguh dibandingkan banyak negara lain di kawasan,” tegasnya. “Faktor-faktor ini menjadikan pasar domestik tetap menggoda bagi investor, bahkan di tengah turbulensi global.”

Dari sisi teknikal, Kepala Departemen Customer Engagement & Market Analyst BRIDS, Chory Agung Ramdhani, menuturkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini bergerak dalam tren penguatan yang solid. “Pergerakan harga telah berada di atas rata-rata jangka pendek dan menengah,” ujarnya.

IHSG, kata Chory, telah menembus level 8.180, mendekati batas resistance di 8.320, dengan support krusial di area 7.989. “Penurunan suku bunga The Fed akan menjadi katalis fundamental yang kuat,” tambahnya.

Menurutnya, pelonggaran kondisi keuangan global akan menjadi dorongan tambahan bagi pasar modal Indonesia menjelang akhir tahun. “Likuiditas yang membaik dan kembalinya aliran dana asing bisa memperpanjang tren kenaikan IHSG. Momentum ini juga dapat memperkuat efek window dressing, saat investor meningkatkan aksi beli di penghujung tahun,” tutur Chory.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait