Market Hari Ini 14 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

LPCK Rombak Direksi di Tengah Ekspansi Properti dan Kawasan

Lippo Cikarang menunjuk jajaran direksi baru setelah membukukan pendapatan Rp4,52 triliun sepanjang 2025.

LPCK merombak direksi dan komisaris usai mencatat pendapatan Rp4,52 triliun serta memperkuat strategi pengembangan kawasan.

LPCK menunjuk jajaran direksi baru di tengah penguatan bisnis properti dan pengembangan kawasan industri Cikarang. (Foto: Dok. Lippo Group)
LPCK menunjuk jajaran direksi baru di tengah penguatan bisnis properti dan pengembangan kawasan industri Cikarang. (Foto: Dok. Lippo Group)

KABARBURSA.COM – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) merombak jajaran direksi dan komisaris di tengah upaya memperkuat momentum pertumbuhan bisnis properti dan kawasan industri. 

Perubahan susunan pengurus tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026.

Manajemen LPCK menyebut perubahan pengurus dilakukan untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. 

“Perseroan meyakini bahwa kolaborasi dan kepemimpinan yang solid dari para profesional tersebut akan memberikan nilai tambah signifikan dalam mendorong pertumbuhan bisnis,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi dikutip, Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan tahun buku 2025, termasuk capaian pendapatan sebesar Rp4,52 triliun dan EBITDA Rp381,3 miliar. EBITDA margin perusahaan tercatat sekitar 8 persen terhadap total pendapatan.

Pendapatan LPCK sepanjang 2025 ditopang oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial atau ruko, serta penjualan lahan industri. Selain bisnis properti, segmen pengelolaan kawasan juga ikut menopang kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu.

Dalam susunan baru hasil RUPST, posisi Presiden Komisaris Independen ditempati Didik Junaedi Rachbini. Sementara Agus Arismunandar ditunjuk sebagai Presiden Direktur LPCK.

Selain Agus, jajaran direksi LPCK juga diisi Marshal Martinus Tissadharma dan Indryanarum sebagai direktur. Adapun posisi komisaris lainnya ditempati Hadi Cahyadi, Charles Rigoux, dan George Raymond Zage III.

Di luar perubahan pengurus, RUPST juga menyetujui partisipasi LPCK dalam program pembangunan 3 juta rumah melalui hibah lahan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Manajemen menyebut kawasan Cikarang–Bekasi, termasuk area Meikarta di KM34 exit Cibatu, dipilih karena dinilai memiliki kebutuhan hunian yang tinggi. Kawasan tersebut juga ditopang konektivitas infrastruktur dan kedekatan dengan pusat industri nasional.

Menurut perusahaan, langkah hibah lahan tersebut tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan kawasan jangka panjang. 

LPCK menilai peningkatan aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan dapat mendorong permintaan residensial maupun komersial ke depan.

“Keputusan ini juga merupakan strategi jangka panjang untuk membuka potensi nilai kawasan melalui peningkatan aktivitas ekonomi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pertumbuhan permintaan terhadap produk residensial dan komersial di sekitarnya,” tulis manajemen.

LPCK saat ini mengembangkan Lippo Cikarang Cosmopolis di atas lahan sekitar 3.250 hektare. Hingga kini perusahaan telah membangun lebih dari 21.967 rumah dengan populasi sekitar 77.943 jiwa di kawasan tersebut.

Kawasan industri Lippo Cikarang juga menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 1.627 fasilitas manufaktur dan aktivitas pekerja harian mencapai lebih dari 759 ribu orang.

LPCK merupakan anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yang bergerak di sektor real estate, layanan kesehatan, dan gaya hidup di berbagai wilayah Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait