Market Hari Ini 17 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

MAPI Diborong Asing Rp41,21 Miliar, Target Rp1.668 Semakin Realistis?

Arus beli asing mencapai Rp41,21 miliar pada sesi I, orderbook masih didominasi antrean beli, sementara konsensus analis memberikan potensi kenaikan sekitar 11,5 persen dari harga saat ini.

MAPI diburu investor asing pada sesi I. Dengan dominasi rekomendasi buy dan orderbook yang solid, target konsensus Rp1.668 dinilai masih realistis.

Aktivitas investor asing di MAPI mencapai Rp41,21 miliar dengan volume 27,52 juta saham. (Foto: KabarBursa)
Aktivitas investor asing di MAPI mencapai Rp41,21 miliar dengan volume 27,52 juta saham. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) di sesi pertama perdagangan hari ini, ditutup di level Rp1.495, naik 1,36 persen atau 20 poin dari penutupan sebelumnya di Rp1.475. Dari data perdagangan, aktivitas asing cukup signifikan, mencapai Rp41,21 miliar dengan volume sekitar 27,52 juta saham hingga pertengahan hari. 

Hingga sesi pertama berakhir, aktivitas investor asing mencapai Rp41,21 miliar dengan volume 27,52 juta saham. 

Apa yang terjadi pada MAPI sepertinya semakin menarik jika dilihat dari rekomendasi konsensus. Di mana, sebanyak 26 analis yang memantau MAPI memberikan pandangan yang sangat positif. Dari jumlah tersebut, 24 analis merekomendasikan Buy, dua analis memilih Hold, dan tidak ada satu pun yang memberikan rekomendasi Sell.

Konsensus tersebut menghasilkan target harga rata-rata Rp1.668, dengan estimasi tertinggi mencapai Rp1.950 dan estimasi terendah di Rp1.300. Artinya, dibandingkan harga saat ini di Rp1.495, target rata-rata masih menawarkan potensi kenaikan sekitar 11,5 persen.

Namun, apakah target tersebut realistis? Jawabannya tidak hanya bergantung pada rekomendasi analis, tetapi juga pada bagaimana pasar merespons saham ini dari hari ke hari.

Jika melihat orderbook sesi pertama, gambarannya cukup menarik. Di sisi bid, antrean terbesar berada di level Rp1.475 dengan lebih dari 239 ribu lot. Artinya, banyak pelaku pasar yang siap menampung saham apabila terjadi koreksi.

Sementara di sisi offer, tekanan jual memang terlihat cukup tebal pada kisaran Rp1.500 hingga Rp1.505, masing-masing dengan antrean lebih dari 124 ribu lot dan 141 ribu lot. Sebalinya, masih ada tarik-menarik antara pembeli dan penjual di area psikologis Rp1.500.

MAPI berhasil bertahan di atas harga pembukaan Rp1.485 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp1.510. Meskipun belum mampu menembus resistance tersebut secara meyakinkan, kemampuan bertahan di area atas menunjukkan tekanan jual belum cukup kuat untuk membalikkan tren jangka pendek.

Nilai transaksi yang sudah mencapai sekitar Rp91,5 miliar juga mengindikasikan likuiditas masih cukup baik.

Jika dikombinasikan dengan masuknya dana asing, peluang terjadinya akumulasi masih terbuka.

Secara teknikal, level Rp1.500 kini menjadi pintu penting yang harus dilewati MAPI. Apabila mampu bertahan dan ditutup konsisten di atas area tersebut dalam beberapa hari perdagangan berikutnya, ruang menuju kisaran Rp1.550 hingga Rp1.600 akan semakin terbuka.

Dari sana, target konsensus Rp1.668 dapat diuji pasar secara bertahap. Namun, investor juga perlu memahami bahwa perjalanan menuju target tersebut kemungkinan tidak akan berlangsung dalam satu atau dua sesi perdagangan.

Area Rp1.500 hingga Rp1.550 berpotensi menjadi zona distribusi jangka pendek karena sebagian investor yang sudah memperoleh keuntungan dapat memilih melakukan profit taking.

Selama aksi jual tersebut masih dapat diserap oleh pembeli, terutama investor institusi dan asing, struktur kenaikan MAPI masih terjaga.

Sebaliknya, jika arus beli asing mulai melemah dan saham kembali turun di bawah Rp1.475, peluang konsolidasi yang lebih panjang akan meningkat sehingga target konsensus kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk tercapai.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait