Market Hari Ini 31 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Margin Laba Bersih OMED Naik 17 Persen, Ditopang Ekspor AS

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatat kenaikan laba bersih 20,3 persen hingga kuartal III 2025.

OMED bukukan laba bersih naik 20,3 persen dan margin 17,4 persen hingga Q3-2025, didorong lonjakan ekspor ke AS 116 persen dan strategi diversifikasi produk.

Produsen alat kesehatan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membukukan kinerja keuangan solid hingga kuartal III 2025. (Foto: OneMed)
Produsen alat kesehatan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membukukan kinerja keuangan solid hingga kuartal III 2025. (Foto: OneMed)

KABARBURSA.COM – Produsen alat kesehatan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membukukan kinerja keuangan solid hingga kuartal III 2025. Perseroan mencatat pendapatan Rp1,47 triliun, tumbuh 7,7 persen year-on-year (yoy) dari Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan dua digit pada segmen perawatan luka, bioteknologi dan laboratorium, serta alat bantu jalan dan rehabilitasi medis. 

Selain itu, ekspor ke Amerika Serikat melonjak 116,8 persen yoy, mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi global yang dijalankan perseroan sejak dua tahun terakhir.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto naik 11,5 persen yoy dengan perbaikan margin dari 32,8 persen menjadi 33,9 persen. Laba usaha meningkat 18,7 persen, sementara laba bersih tumbuh 20,3 persen yoy. 

Margin laba bersih OMED juga naik dari 15,6 persen menjadi 17,4 persen, menunjukkan efisiensi biaya dan penguatan struktur operasional.

Secara neraca, OMED mempertahankan posisi keuangan yang sangat solid dengan total aset Rp3,04 triliun, liabilitas Rp390 miliar, dan ekuitas Rp2,65 triliun. 

Rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat sangat rendah di 0,07x, menandakan struktur permodalan yang sehat dan ruang ekspansi yang lebar.

Direktur Keuangan OMED, Eka Suwignyoo, mengatakan hasil positif ini mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi produk dan penetrasi pasar.

“Kinerja positif ini mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi produk dan ekspansi pasar kami. OMED terus memperkuat kapasitas produksi, menjaga kualitas, dan memperluas penetrasi di pasar domestik maupun internasional,” ujar Eka, Jumat, 31 Oktober 2025.

Perseroan juga disebut memperoleh manfaat dari kebijakan “China +1”, di mana sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat mulai mendiversifikasi rantai pasok dari Tiongkok ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuka peluang ekspor baru bagi OMED.

Sejak April 2022, OMED telah memulai pengiriman produk ke Amerika Serikat dan saat ini tengah menjalani tahap validasi serta persetujuan proyek tambahan bersama mitra dagang di negara tersebut.

Kinerja ekspor yang melonjak, margin yang menguat, dan DER yang rendah menjadikan OMED salah satu emiten alat kesehatan dengan prospek ekspansi global paling kuat di antara emiten sejenis di BEI. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait