Market Hari Ini 15 Jun 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Maybank (BNII) Siap Jadi Pengendali Asuransi Etiqa, Intip Tujuannya

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Maybank menyampaikan bahwa rencana pengambialihan dilakukan melalui pembelian saham kelas A dan B

Maybank Indonesia (BNII) berencana mengakuisisi 51 persen saham Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (AEII).

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) berencana mengakuisisi 51 persen saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (AEII). (Foto: Dok. Maybank Indonesia)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) berencana mengakuisisi 51 persen saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (AEII). (Foto: Dok. Maybank Indonesia)

Daftar Isi

  1. 01 Laba Maybank Indonesia (BNII) Turun 20 Persen

KABARBURSA.COM - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mengumumkan rencana pengambilalihan saham PT PT Asuransi Etiqa
Internasional Indonesia (AEII) pada Senin, 15 Juni 2026.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Maybank menyampaikan bahwa rencana pengambialihan dilakukan melalui pembelian saham  AEII sebanyak 191.250.000 saham kelas A dan 790.138.247 saham kelas B dari Etiqa International Holdings Sdn. Bhd.

"Saham-saham tersebut merupakan 51 persen dari saham yang disetor dan ditempatkan di dalam AEII," tulis manajemen.

Manajemen Maybank mennuturkan transaksi ini merupakan bagian dari proses reorganisasi internal pada AEII, sebagai tindak lanjut atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk
Konglomerasi Keuangan.

Dengan pengambilalihan tersebut, Maybank Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali baru di AEII setelah memperoleh persetujuan dari regulator. Adapun pembelian saham ini masih menunggu restu dari OJK.

Manajemen Maybank menyatakan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk kreditur AEII memiliki hak untuk mengajukan keberatan atas rencana pengambilalihan tersebut dalam jangka waktu 14 hari kalender sejak pengumuman dilakukan.

"Disertai dengan penjelasan mengenai alasan, bukti-bukti
yang mendukung, dan dasar dari keberatan tersebut," tulis manajemen.

Laba Maybank Indonesia (BNII) Turun 20 Persen

Sebelumnya diberitakan, Bank Maybank Indonesia  membukukan penurunan laba bersih sebesar 20,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp299,25 miliar pada kuartal I 2026. Penurunan tersebut terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global dan melemahnya pendapatan non-bunga bank.

Maybank Indonesia mencatat laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) sebesar Rp397 miliar pada tiga bulan pertama 2026.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan kondisi geopolitik global dan volatilitas pasar memberi tekanan terhadap kinerja bank pada awal tahun ini.

“Dalam kondisi ini, kami menyesuaikan ekspektasi dan fokus memanfaatkan peluang pertumbuhan pada segmen ritel dan non-ritel, korporasi termasuk Perbankan Syariah di tengah ketidakpastian yang berlangsung di sepanjang kuartal,” ujar Steffano dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu, 30 Mei 2026.

Secara operasional, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BNII masih tumbuh 2,1 persen menjadi Rp1,81 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang penurunan beban bunga dan membaiknya struktur pendanaan bank, dengan rasio current account savings account (CASA) naik menjadi 61,2 persen dari sebelumnya 53 persen.

Namun pertumbuhan pendapatan bunga belum mampu menahan tekanan dari pendapatan non-bunga. Pendapatan non-bunga (non-interest income/NOII) turun 29,6 persen menjadi Rp402 miliar akibat melemahnya aktivitas transaksi pasar, khususnya bisnis Global Markets.

Maybank Indonesia mencatat pendapatan terkait aktivitas Global Markets turun menjadi Rp20 miliar dari sebelumnya Rp107 miliar. Tekanan tersebut muncul ketika volatilitas pasar meningkat akibat gejolak geopolitik global dan fluktuasi pasar keuangan.

Selain itu, pendapatan non-Global Markets juga turun 17,6 persen menjadi Rp382 miliar. Penurunan terjadi seiring melemahnya pendapatan recovery, meski fee dari bisnis Premier Wealth masih tumbuh 20 persen secara tahunan.

Secara keseluruhan, gross operating income (GOI) turun menjadi Rp2,22 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,35 triliun. Di sisi lain, beban operasional naik 4,5 persen akibat kenaikan biaya tenaga kerja dan administrasi.

Laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) tercatat sebesar Rp523 miliar. Meski demikian, beban pencadangan justru turun 47,9 persen menjadi Rp123 miliar, mencerminkan kualitas aset yang membaik dan penerapan manajemen risiko yang lebih pruden.

Kondisi itu terlihat dari rasio non-performing loan (NPL) gross yang membaik menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 2,4 persen. Sementara NPL net turun menjadi 1,4 persen dari 1,5 persen.

Artinya, penurunan laba Maybank Indonesia bukan berasal dari lonjakan kredit bermasalah, melainkan lebih dipicu perlambatan pendapatan transaksi pasar dan pendapatan operasional non-bunga.

Dari sisi penyaluran kredit, total kredit BNII relatif stabil di level Rp121,99 triliun. Segmen Community Financial Services (CFS) justru tumbuh 5,4 persen menjadi Rp88,33 triliun, ditopang pertumbuhan kredit bisnis komersial, UKM, otomotif, kartu kredit, dan kredit tanpa agunan.

Kredit segmen korporasi Global Banking turun 12,4 persen akibat re-balancing portofolio. Meski demikian, Maybank menyebut kredit korporasi besar dan transaksi Shariah Restricted Investment Account (SRIA) mulai meningkat dan akan dibukukan pada kuartal berikutnya.
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait