Market Hari Ini 11 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

MEDC Amankan Pinjaman USD100 Juta, ini Peruntukkannya

Pinjaman tenor lima tahun dari HSBC Singapore digunakan MEDC untuk kebutuhan korporasi umum, sekaligus memperkuat likuiditas dan mendukung strategi pengelolaan profil utang perusahaan.

MEDC amankan pinjaman USD100 juta dari HSBC Singapore untuk kebutuhan korporasi umum dan penguatan likuiditas di tengah strategi pengelolaan utang.

MEDC amankan fasilitas kredit dari HSBC cabang Singapura. (Foto: Freepik)
MEDC amankan fasilitas kredit dari HSBC cabang Singapura. (Foto: Freepik)

Daftar Isi

  1. 01 Peringkat Kredit MEDC

KABARBURSA.COM – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasil mengamankan fasilitas pinjaman senilai USD100 juta dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) cabang Singapura. Fasilitas kredit tersebut diperoleh melalui perjanjian yang ditandatangani pada 10 Maret 2026.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu, 11 Maret 2026, manajemen MEDC menyampaikan bahwa fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk kebutuhan umum perusahaan atau general corporate purposes

Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh perseroan maupun entitas anak yang dikendalikan, yakni Medco Energi Global Pte Ltd.

Berdasarkan dokumen yang ditandatangani Corporate Secretary MEDC Siendy K. Wisandana, nilai pokok pinjaman dalam fasilitas tersebut mencapai USD100 juta dengan jangka waktu pembiayaan selama 60 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian. 

Dalam perjanjian tersebut, MEDC bertindak sebagai penerima pinjaman sekaligus pemberi jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan oleh HSBC Singapore Branch.

Perseroan juga menjelaskan bahwa pemberian jaminan oleh perusahaan dalam perjanjian fasilitas tersebut termasuk dalam kategori transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42 mengenai transaksi afiliasi dan benturan kepentingan. 

Namun, karena jaminan tersebut diberikan kepada lembaga perbankan sebagai kreditur atas fasilitas yang diterima oleh perseroan dan entitas anak yang berada dalam kendali yang sama, maka perusahaan hanya berkewajiban melaporkan transaksi tersebut kepada OJK tanpa memerlukan persetujuan pemegang saham.

Manajemen MEDC menyampaikan bahwa penyampaian keterbukaan informasi tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban pelaporan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 45 mengenai pengembangan dan penguatan emiten serta perusahaan publik, serta POJK Nomor 42 terkait transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.

Perseroan juga menegaskan bahwa penyampaian keterbukaan informasi tersebut tidak memberikan dampak khusus terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Peringkat Kredit MEDC

Meski demikian, dari perspektif struktur pembiayaan korporasi, fasilitas kredit dengan tenor lima tahun tersebut memperlihatkan upaya perusahaan dalam menjaga fleksibilitas likuiditas. Pinjaman jangka menengah seperti ini umumnya digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja, pengelolaan kas, maupun optimalisasi struktur pendanaan perusahaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, MEDC juga aktif melakukan pengelolaan struktur utang melalui berbagai langkah korporasi. Salah satunya adalah melalui aksi tender offer atau pembelian kembali surat utang yang akan jatuh tempo pada 2026 dan 2027. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memperpanjang profil jatuh tempo utang sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Upaya tersebut turut tercermin pada peringkat kredit MEDC yang relatif stabil di pasar internasional. Perusahaan saat ini memiliki peringkat kredit B1 dengan outlook positif dari Moody’s, serta peringkat BB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings.

Peningkatan peringkat kredit MEDC sebelumnya juga didorong oleh perbaikan kinerja keuangan perusahaan serta strategi manajemen utang yang lebih proaktif dalam beberapa tahun terakhir. 

Peringkat pada level tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang cukup kuat dalam memenuhi kewajiban finansialnya, meskipun masih berada pada kategori non-investment grade di pasar obligasi global.

Bagi perusahaan energi yang memiliki intensitas modal tinggi seperti MEDC, akses terhadap fasilitas pembiayaan dari lembaga perbankan internasional menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga fleksibilitas pendanaan. 

Hubungan pembiayaan dengan bank global seperti HSBC juga mencerminkan tingkat kepercayaan kreditur terhadap profil bisnis dan struktur keuangan perusahaan.

Dengan demikian, fasilitas kredit USD100 juta dari HSBC ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan likuiditas MEDC dalam mendukung aktivitas korporasi serta penguatan struktur pendanaan jangka menengah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait