Market Hari Ini 21 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

MEDC Dipercaya Kelola Blok Nawasena, Siap Dukung Ketahanan Energi Nasional

Wilayah kerja migas Nawasena di Jawa Timur dinilai strategis karena terhubung dengan infrastruktur eksisting MEDC di PSC Sampang dan Madura Offshore

MEDC dipercaya Kementerian ESDM mengelola Blok Nawasena di Jawa Timur. Kedekatan dengan aset eksisting dinilai membuka peluang monetisasi migas lebih cepat.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) resmi dipercaya mengelola Wilayah Kerja (WK) migas Nawasena (Foto: dok Medco Energi Internasional)
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) resmi dipercaya mengelola Wilayah Kerja (WK) migas Nawasena (Foto: dok Medco Energi Internasional)

Daftar Isi

  1. 01 MEDC Awali 2026 dengan Kinerja Kuat

KABARBURSA.COM - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipercaya oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) atau blok minyak dan gas (migas) Nawasena.

Penandatanganan kontrak kerja sama disampaikan pada ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) pada Rabu, 20 Mei 2026.

Adapun, WK Nawasena mencakup area seluas sekitar 7.031 km² di daratan dan lepas pantai Provinsi Jawa Timur. Melalui anak usahanya, PT Medco Energi Nawasena, MEDC bertindak sebagai operator menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC) cost recovery.

Perlu diketahui, Nawasena berdekatan dengan wilayah kerja MedcoEnergi yang telah beroperasi, yaitu PSC Sampang dan PSC Madura Offshore, sehingga memungkinkan monetisasi sumber daya Nawasena dengan cepat melalui infrastruktur yang ada.

Ronald Gunawan, Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi mengatakan, Medco Energi menghargai kepercayaan yang diberikan Pemerintah Indonesia dan berkomitmen mengembangkan WK Nawasena secara optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional.

MEDC Awali 2026 dengan Kinerja Kuat

Seperti diberitakan sebelumnya, MEDC mencatat kinerja solid pada kuartal I 2026. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan.

Merujuk laporan keuangan yang telah dipublikasikan, pada tiga bulan pertama 2026, MEDC mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD17,62 juta.  Angka ini naik dari USD20,53 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba tersebut tidak lepas dari catatan pendapatan positif yang didapat emiten minyak dan gas bumi ini. Pendapatan MEDC pada kuartal I 2026 sebesar USD668,31 juta naik dari USD560,47 juta pada periode serupa tahun lalu.

Pendapatan utama didukung dari kontrak dengan pelanggan yang sebesar USD654,35 juta. Adapun beban pokok pendapatan dan biaya langsung MEDC sebesar USD436,57, naik dari sebelumnya yang senilai USD331,19 juta.

Kendati demikian, MEDC tetap bisa membukakan laba kotor sebesar USD231,74 juta, relatif stabil dibandingkan USD229,28 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan dari operasi yang dilanjutkan naik menjadi USD149,73 juta dari USD91,84 juta. Setelah dikurangi pajak penghasilan sebesar USD77,76 juta, laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat USD71,97 juta.

Pindah ke neraca, total aset MEDC per 31 Maret 2026 sebesar USD8,27 miliar, atau sedikit menurun dari posisi akhir 2025 yang sebanyak USD8,36 miliar.

Sementara total liabilitas menurun menjadi USD5,87 miliar dari USD6,00 miliar. Adapun total ekuitas perseroan naik menjadi USD2,41 miliar dari USD2,36 miliar pada akhir Desember 2025. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait