Market Hari Ini 01 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

MEDC Pacu Produksi dan Energi Hijau di Semester I, ini Hasilnya

Medco Energi (MEDC) bukukan laba USD37 juta semester I 2025, produksi migas 143 mboepd, listrik hijau 1.994 GWh, tambah aset geothermal dan solar PV.

Medco Energi (MEDC) bukukan laba USD37 juta semester I 2025, produksi migas 143 mboepd, listrik hijau 1.994 GWh, tambah aset geothermal dan solar PV.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melaporkan kinerja semester I 2025 dengan capaian operasional dan keuangan yang solid. (Foto: Dok. MedcoEnergi)
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melaporkan kinerja semester I 2025 dengan capaian operasional dan keuangan yang solid. (Foto: Dok. MedcoEnergi)

KABARBURSA.COM – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melaporkan kinerja semester I 2025 dengan capaian operasional dan keuangan yang solid. Produksi minyak dan gas tercatat 143 mboepd, sementara penjualan listrik dari unit pembangkit energi terbarukan mencapai 1.994 GWh.

Perusahaan energi terintegrasi ini membukukan laba bersih USD37 juta dengan Return on Equity (ROE) 10 persen pada paruh pertama tahun. EBITDA tercatat USD623 juta, setara rasio utang terhadap EBITDA 1,8 kali, menandakan profil keuangan masih terkendali.

Medco terus memperkuat portofolio migasnya melalui akuisisi 24 persen saham milik Repsol di Corridor PSC dengan nilai USD425 juta yang rampung pada Juli 2025. Aksi ini meningkatkan kepemilikan Medco di blok tersebut menjadi 70 persen. Dampaknya, perseroan mendapat tambahan produksi langsung sekitar 25 mboepd.

Lapangan migas Forel dan Terubuk di Blok B yang diresmikan Mei 2025 diproyeksikan menyumbang produksi 20 mboepd minyak dan 60 mmscfd gas. Sementara, di Bangkanai, fase pertama fasilitas produksi gas 20 mmscfd ditargetkan meningkat hingga 55 mmscfd pada 2029.

Selain migas, Medco mempercepat pengembangan energi bersih. Proyek Ijen Geothermal dengan kapasitas 35 MW resmi beroperasi pada kuartal I 2025, dengan kontrak penjualan listrik ke PLN. Proyek ini masih dapat diperluas menjadi 55 MW dengan investasi USD140 juta.

Di sektor surya, proyek East Bali Solar PV berkapasitas 25 MW juga dijadwalkan beroperasi pada kuartal II 2025. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas energi terbarukan Medco naik signifikan. Perusahaan mencatat kapasitas energi terbarukan terpasang 27 persen dari total pembangkit listrik.

Manajemen menargetkan penjualan listrik tahun ini mencapai 4.300 GWh, dengan kontribusi besar dari geothermal dan solar PV.

Dalam materi paparan publik, Medco juga menekankan pencapaian keberlanjutan. Perusahaan mencatat penurunan emisi gas rumah kaca scope 1&2 sebesar 30 persen sejak 2019. Porsi bauran energi terbarukan sudah mencapai 27 persen pada semester I 2025, lebih cepat dari target internal.

Pencapaian ini membuat MEDC memperoleh peringkat AA dari MSCI ESG Ratings serta masuk ke dalam indeks ESG internasional.

Dari sisi keuangan, kas operasi mencapai USD538 juta, memperkuat likuiditas untuk membiayai ekspansi dan pembayaran utang. Total utang bersih konsolidasi berada di USD3,5 miliar, namun masih sejalan dengan kapasitas kas dan EBITDA perusahaan.

Medco juga menegaskan komitmen menjaga nilai pemegang saham. Perseroan membagikan dividen final 2024 sebesar Rp25 per saham, melanjutkan tradisi pembagian dividen yang konsisten. Program pembelian kembali saham juga tetap berjalan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait