Market Hari Ini 23 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Melesat Cepat, ADRO Menggiurkan: Rekomendasi BUY?

ADRO melesat ke Rp1.750 dengan net buy asing Rp59,4 miliar. Mandiri Sekuritas rekomendasikan buy dengan target Rp2.250, peluang reli berlanjut jika breakout bertahan.

Saham ADRO naik 5,42 persen ke Rp1.750. Mandiri Sekuritas beri rekomendasi buy target Rp2.250. Apakah reli akan lanjut atau koreksi menanti?

Gedung Adaro di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.
Gedung Adaro di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.

Daftar Isi

  1. 01 Peluang Reli 1.825-1900 Terbuka Lebar

KABARBURSA.COM - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) kembali mencuri perhatian pada perdagangan Selasa, 23 September 2025. Hingga pukul 15.05 WIB, harga ADRO tercatat menguat 5,42 persen ke posisi Rp1.750 per saham setelah sempat dibuka di Rp1.665 dan menyentuh level tertinggi intraday Rp1.765. 

Lonjakan ini disertai dengan tingginya aktivitas perdagangan, di mana lebih dari 229 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp419 miliar. Data bursa juga menunjukkan adanya net buy asing senilai Rp59,4 miliar. Artinya, masuknya aliran dana segar yang menopang reli saham ini.

Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp2.250, atau sekitar 28 persen di atas level penutupan hari ini. Rekomendasi tersebut sejalan dengan prospek jangka menengah ADRO yang masih kuat di tengah permintaan batu bara yang stabil dan diversifikasi usaha energi. 

Sebelumnya, Phintraco Sekuritas juga sempat menyoroti saham ini, dan merekomendasikan masuk di area Rp1.640–Rp1.660 dengan target pertama Rp1.750 yang hari ini berhasil tercapai, serta target kedua Rp1.825.

Secara teknikal, pergerakan ADRO memang menunjukkan gejala penguatan, meski dengan catatan kehati-hatian. Indikator RSI berada di level 51,8 yang masih netral, sementara Stochastic jatuh ke zona sell, menandakan ada potensi koreksi jangka pendek. 

Namun, MACD yang sempat negatif mulai berbalik arah, disertai ADX di level 37,5 yang mengindikasikan tren masih cukup kuat. 

Peluang Reli 1.825-1900 Terbuka Lebar

Dukungan lain datang dari Williams %R dan indikator ROC yang sama-sama memberi sinyal beli. Dengan posisi harga yang sudah menembus beberapa level resistance, area Rp1.750–Rp1.765, kini menjadi titik psikologis penting untuk diuji. Jika mampu bertahan, peluang untuk melanjutkan reli ke Rp1.825 bahkan Rp1.900 akan terbuka.

Meski begitu, analisis moving average menampilkan gambaran bercampur. MA jangka pendek (5, 10, dan 20 hari) sudah memberi sinyal beli, namun MA menengah hingga panjang (50, 100, dan 200 hari) masih mengisyaratkan tekanan jual. 

Kondisi ini memperlihatkan bahwa momentum penguatan ADRO masih lebih banyak didorong oleh sentimen jangka pendek dan aksi beli agresif, sementara tren jangka panjang masih butuh konfirmasi lebih lanjut.

Bagi investor, reli ADRO hari ini memang menggiurkan, terlebih dengan dukungan rekomendasi kuat dari Mandiri Sekuritas. Namun disiplin strategi tetap menjadi kunci. Bagi yang sudah masuk di area bawah Rp1.600-an, posisi saat ini memberikan ruang nyaman untuk hold sembari menunggu peluang menuju target lebih tinggi. 

Sementara itu, bagi calon investor baru, strategi buy on breakout di atas Rp1.765 dengan volume besar dapat dipertimbangkan sebagai sinyal konfirmasi lanjutan, dengan batas stop loss ideal di bawah Rp1.640 untuk mengantisipasi potensi pembalikan.

Secara keseluruhan, saham ADRO hari ini menunjukkan optimisme pasar yang cukup solid, tetapi investor tetap harus bijak membaca sinyal teknikal yang masih campuran. Momentum kenaikan ada, dukungan asing juga terlihat, namun konsistensi bertahan di atas level kunci akan menjadi penentu apakah rekomendasi target Rp2.250 benar-benar bisa terealisasi dalam waktu dekat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait