Market Hari Ini 20 Aug 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Yunila Wati

Melihat Proyeksi Saham BBCA, Bisa Tembus ke Level Rp9.000?

Harga saham BBCA tertekan isu pengambilalihan pemerintah, analis sebut peluang teknikal menuju Rp9.000 tetap terbuka

Saham BBCA terkoreksi 2,30 persen imbas isu pengambilalihan, analis nilai potensi rebound ke Rp9.000 masih terbuka.

Pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) akan dipengaruhi sentimen penting dalam waktu dekat ini. (Foto: Dok. KabarBursa)
Pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) akan dipengaruhi sentimen penting dalam waktu dekat ini. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) akan dipengaruhi sentimen penting dalam waktu dekat ini.

Analis sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan sentimen yang bakal dirasakan  BBCA ialah wacana pengambilalihan saham PT Bank Central Asia Tbk oleh pemerintah. 

Hendra menyebut kabar mengejutkan ini langsung menjadi momok bagi pergerakan saham BBCA yang pada perdagangan Selasa, 19 Agustus 2025 terkoreksi 2,30 persen ke level 8.500. Pelemahan ini sekaligus menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 7.800. 

"Secara bobot, memang sulit dipungkiri bahwa tekanan di BBCA berkontribusi besar pada pelemahan indeks, meski faktor lain seperti kekhawatiran atas stabilitas politik, pelemahan rupiah, dan aksi profit taking di saham perbankan lain turut memperdalam tekanan pasar," ujar Hendra dalam risetnya yang diterima Kabarbursa.com, Selasa, 19 Agustus 2025.

Hendra memandang jika wacana pengambilalihan ini benar terjadi, risiko yang akan dihadapi cukup besar. Bagi BBCA, lanjut dia, ketidakpastian bisa muncul terkait independensi manajemen dan arah bisnis jika intervensi politik semakin kental. 

Sementara bagi IHSG, volatilitas indeks akan meningkat karena besarnya bobot kapitalisasi BBCA, sehingga guncangan harga berpotensi memengaruhi kepercayaan investor secara lebih luas. 

"Bagi pemegang saham BBCA, risiko terbesar terletak pada sentimen jangka pendek, di mana harga bisa tertekan meskipun secara fundamental bank ini tetap sehat dengan profitabilitas yang kuat dan likuiditas tinggi," ujarnya. 

Meski demikian, koreksi tajam kali ini justru bisa membuka peluang. Secara teknikal, Hendra melihat saham BBCA berpotensi menguji area gap di 8.300 sebelum kembali ke level resistance 9.000. 

Menariknya, meskipun harga terkoreksi, investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp80 miliar yang menandakan kepercayaan jangka panjang belum pudar. 

"Dengan demikian, bagi investor menengah-panjang, BBCA tetap menjadi saham defensif unggulan dengan rekomendasi buy on weakness dan target harga di kisaran 9.200–9.500," ungkapnya. 

Sementara itu, arah IHSG ke depan setelah menembus 7.800 akan sangat ditentukan oleh kombinasi faktor domestik dan global. Menurut Hendra, dari eksternal, stabilitas rupiah, arah suku bunga global, serta arus dana asing ke sektor perbankan dan komoditas akan menjadi penentu. 

"Secara teknikal, support IHSG berada di level 7.750 dengan resistance terdekat di 7.950. Artinya, ruang koreksi memang masih ada, tetapi peluang rebound juga terbuka apabila sentimen positif kembali masuk ke pasar," pungkasnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait