Market Hari Ini 20 Jul 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Melongok Cuan BOLA yang IPO Hingga Rp337,76 Miliar

Melongok Cuan BOLA yang IPO Hingga Rp337,76 Miliar
Melongok Cuan BOLA yang IPO Hingga Rp337,76 Miliar

Daftar Isi

  1. 01 Sentuh ARA
  2. 02 Penurunan Kinerja Kuartal I 2024

KABARBURSA.COM - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), klub sepak bola milik Peter Tanuri, baru saja mengungkapkan laporan terbaru mengenai penggunaan dana dari penawaran umum perdana (IPO) per 30 Juni 2024. Dalam laporannya, BOLA menyampaikan perkembangan menarik terkait dana yang berhasil dihimpun melalui IPO mereka.

Yohanes Ade Bunian Moniaga, Corporate Secretary BOLA, mengungkapkan bahwa perusahaan meraih hasil penawaran umum IPO yang efektif pada 17 Juni 2019 sebesar Rp350 miliar. Setelah memperhitungkan biaya terkait sebesar Rp12,23 miliar, BOLA berhasil memperoleh hasil bersih dari IPO sebesar Rp337,76 miliar.

Dari total dana tersebut, BOLA telah merealisasikan penggunaan dana sebagai berikut:

  • Facilities dan Business: Rp13,45 miliar, terdiri dari Rp10,75 miliar untuk fasilitas dan Rp3,9 miliar untuk sektor olahraga.
  • Entitas Anak: Rp153,49 miliar.
  • Working Capital: Rp128,3 miliar.

Dengan realisasi ini, BOLA telah menggunakan dana IPO sebesar Rp309,9 miliar, meninggalkan sisa dana sebesar Rp27,7 miliar. Sisa dana ini terbagi sebagai berikut:

Dengan rincian tersebut, BOLA menunjukkan komitmennya dalam penggunaan dana IPO yang transparan dan efisien, mendukung pengembangan fasilitas, bisnis, serta sektor olahraga mereka.

Sentuh ARA

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA), emiten terbaru yang mengelola klub sepakbola Bali United, mencatatkan debut spektakuler di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 17 Juli 2024. Saham BOLA melesat melampaui batas auto reject atas saat pertama kali diperdagangkan, menandai langkah awal yang mengesankan untuk perusahaan ini.

Saat sesi perdagangan dimulai, saham BOLA langsung melambung 69,14 persen ke level Rp296 dari harga penawaran umum sebesar Rp175. Pada pembukaan perdagangan, saham ini diperdagangkan dengan volume 1.295 saham dan frekuensi 20 kali transaksi. Lonjakan ini mencerminkan antusiasme pasar yang tinggi terhadap emiten baru ini.

Sistem auto rejection di BEI menetapkan batas maksimal perubahan harga saham pada hari pertama listing. Untuk saham dengan rentang harga Rp50-Rp200, batas maksimalnya adalah 70 persen. Saham dengan rentang harga Rp200-Rp5.000 memiliki batas 50 persen, sementara saham dengan harga di atas Rp5.000 memiliki batas 40 persen. Untuk saham yang sudah diperdagangkan secara umum, batas auto rejection adalah 35 persen untuk rentang harga Rp50-Rp200, 25 persen untuk rentang harga Rp200-Rp5.000, dan 20 persen untuk harga di atas Rp5.000.

Pada pukul 10.47 WIB, saham BOLA terpantau menguat 69,14 persen ke level Rp296 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1,78 triliun. Lonjakan harga yang signifikan ini menunjukkan minat investor yang kuat terhadap saham BOLA dan mempertegas keberhasilan debut perdana emiten ini di bursa.

Dengan performa yang mengesankan ini, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. menunjukkan potensi besar sebagai pemain baru di pasar saham Indonesia, berkat kombinasi antara kekuatan brand klub sepakbola yang dikelolanya dan ketertarikan investor.

Penurunan Kinerja Kuartal I 2024

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA), klub sepak bola yang dikenal dengan Bali United, mengalami penurunan kinerja yang signifikan pada kuartal pertama tahun ini.

Pada kuartal I 2024, BOLA mencatat pendapatan sebesar Rp56,55 miliar, mengalami penurunan sekitar 31,87 persen year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp83,01 miliar. Direktur BOLA, Yohanes Ade, menjelaskan bahwa penurunan ini juga berdampak pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk, yang hanya mencapai Rp16,59 juta. Angka ini menurun drastis dari laba kuartal I 2023 sebesar Rp36,65 miliar.

Menurut Yohanes, penurunan pendapatan tidak dapat menutupi beban operasi yang sebagian besar bersifat tetap. Biaya operasional pada kuartal I 2024 tercatat sebesar Rp74,9 miliar, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp82 miliar. Meskipun biaya operasional turun, BOLA masih mengalami rugi operasi sebesar Rp18,36 miliar, berbeda jauh dari laba operasi yang tercatat sebesar Rp975,78 juta pada kuartal I 2023.

Salah satu penyebab utama penurunan pendapatan adalah penurunan signifikan dalam pendapatan dari sponsorship. Pada kuartal I 2024, pendapatan dari sponsorship hanya mencapai Rp8,5 miliar, jauh menurun dibandingkan raihan kuartal I 2023 yang mencapai Rp45 miliar. Sumber pendapatan pada kuartal pertama tahun ini terbagi dari manajemen klub sebesar 55,1 persen, agen olahraga sebesar 43,5 persen, dan pendapatan lainnya sebesar 1,4 persen.

Optimisme di Tengah Kesulitan

Presiden Direktur BOLA, Yabes Tanuri, tetap optimis mengenai kinerja perusahaan di tahun 2024. "Kami yakin bahwa di 2024, kinerja BOLA akan membaik, tidak hanya dari pendapatan bola, tetapi juga dari kontribusi lini bisnis lainnya," ujar Yabes.

Meski demikian, manajemen BOLA enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai besaran belanja modal yang direncanakan. Yohanes menambahkan, fokus manajemen saat ini adalah pada investasi di lini bisnis yang sudah ada. "Belanja modal ada, tapi tidak signifikan, kecil sekali," pungkas Yohanes.

Dengan tantangan yang dihadapi, BOLA tetap berkomitmen untuk memulihkan dan meningkatkan kinerja mereka di sisa tahun ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait