Market Hari Ini 31 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Mengenal BSDE, Raksasa Properti Sinarmas Penguasa BSD City

BSDE menjadi salah satu emiten properti terbesar Indonesia dengan bisnis township, residensial, komersial, hingga kawasan industri di bawah Sinarmas Land.

Profil lengkap BSDE mulai dari bisnis properti, pemegang saham, jajaran direksi, IPO 2008, hingga pengembangan BSD City oleh Sinarmas Land.

Porsi publik atau free float BSDE tercatat sekitar 18,95 persen. (Foto; dok BSDE)
Porsi publik atau free float BSDE tercatat sekitar 18,95 persen. (Foto; dok BSDE)

Daftar Isi

  1. 01 Struktur Pemegang Saham
  2. 02 Melantai di Bursa (IPO)

KABARBURSA.COM – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) merupakan salah satu emiten properti terbesar di Indonesia yang berada di bawah kelompok usaha Sinarmas Land. Perusahaan ini dikenal luas sebagai pengembang kawasan terpadu BSD City di Tangerang yang berkembang menjadi salah satu pusat hunian, komersial, hingga industri terbesar di Jabodetabek.

BSDE bergerak di sektor properti dengan fokus utama pada pengembangan kawasan kota mandiri. Bisnis perusahaan mencakup pembangunan residensial, apartemen, gedung perkantoran, pusat komersial, kawasan industri, hotel, hingga fasilitas pendukung seperti pendidikan dan infrastruktur.

Pengembangan lahannya berpusat di Tangerang, tetapi ekspansi bisnis perusahaan kini telah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia. Sinarmas Land juga dikenal agresif mengembangkan proyek township dengan konsep kota modern terintegrasi.

BSD City menjadi proyek paling ikonik perusahaan. Kawasan tersebut berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang dihuni area residensial, pusat bisnis, pusat perbelanjaan, universitas, hingga data center dan kawasan digital.

Secara struktur bisnis, BSDE berada di bawah kendali Sinarmas Land Ltd. Pengendali utama atau ultimate beneficial owner perusahaan tercatat berada di bawah keluarga Widjaja, khususnya mendiang Ibu Margaretha Natalia Widjaja.

Struktur Pemegang Saham

Dari sisi kepemilikan saham, struktur pemegang saham BSDE masih didominasi grup pengendali. Berdasarkan data April 2026, PT Paraga Artamida menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 10,29 miliar saham atau setara 48,63 persen.

Posisi kedua ditempati PT Ekacentra Usahamaju dengan kepemilikan sekitar 5,43 miliar saham atau 25,63 persen.

Selain itu, terdapat kepemilikan institusi lain seperti DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua sebesar 2,70 persen, Simas Tunggal Center sebesar 1,78 persen, serta Government of Norway sekitar 1,33 persen.

Komposisi kepemilikan saham BSDE juga menunjukkan dominasi investor korporasi. Dari total saham sekitar 21,17 miliar lembar, kelompok korporasi menguasai lebih dari separuh kepemilikan.

Porsi publik atau free float BSDE tercatat sekitar 18,95 persen. Angka ini mencerminkan saham yang beredar dan dapat diperdagangkan publik di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.

Di jajaran manajemen, posisi Presiden Direktur BSDE saat ini dijabat Franciscus Xaverius Rudy. Ia didampingi Michael Jackson Purwanto Widjaja sebagai Wakil Presiden Direktur.

Sementara susunan direksi lainnya terdiri dari:

  • Ir. Siswanto Adisaputro
  • Monik William
  • Syukur Lawigena
  • Liauw Herry Hendarta
  • Hermawan Wijaya
  • Lie Jani Harjanto

Adapun jajaran dewan komisaris dipimpin Muktar Widjaja sebagai Presiden Komisaris. Posisi Wakil Presiden Komisaris ditempati Teky Mailoa.

Komisaris independen perusahaan terdiri dari:

  • Teddy Pawitra
  • Susiyati Bambang Hirawan

Sedangkan posisi komisaris dijabat Yoseph Franciscus Bonang.

Melantai di Bursa (IPO)

Dari sisi pasar modal, BSDE resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 6 Juni 2008. Saat IPO, perusahaan menawarkan sekitar 1,09 miliar saham dengan harga penawaran Rp550 per saham.

Nilai penghimpunan dana IPO saat itu mencapai sekitar Rp601 miliar. Penjamin emisi efek atau underwriter dalam penawaran umum perdana BSDE antara lain PT CLSA Indonesia, PT Nusadana Capital Indonesia, dan PT Sinarmas Sekuritas.

BSDE tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia dan hingga kini menjadi salah satu emiten properti dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor real estate nasional.

Selain dikenal lewat proyek residensial, BSDE juga cukup agresif mengembangkan kawasan komersial dan industri. Dalam beberapa tahun terakhir, BSD City berkembang menjadi pusat teknologi baru dengan masuknya data center, perusahaan digital, dan kawasan ekonomi berbasis teknologi.

Perusahaan juga dikenal memiliki cadangan lahan besar atau land bank yang menjadi salah satu kekuatan utama bisnis properti jangka panjang.

Dengan posisi tersebut, BSDE kini tidak hanya dikenal sebagai pengembang perumahan, tetapi juga sebagai pengelola kawasan kota mandiri berskala besar yang menjadi salah satu tulang punggung ekspansi Sinarmas Land di Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait