Market Hari Ini 13 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Menteri era SBY: Sektor Industri Penyumbang Emisi Tertinggi

Menteri era SBY: Sektor Industri Penyumbang Emisi Tertinggi
Menteri era SBY: Sektor Industri Penyumbang Emisi Tertinggi

KABARBURSA.COM-Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada masa pemerintahan SBY, Darwin Zahedy Saleh, menyoroti sektor industri sebagai penyumbang emisi terbesar saat ini. Menurutnya, sektor industri saat ini menyumbang sekitar 40 persen dari total emisi karbon, sementara sektor transportasi mendekati angka 37 persen.

"Dalam tahun 2022, terjadi pergeseran di mana kontribusi emisi karbon dari sektor industri mulai mengalahkan sektor transportasi, sehingga sektor industri mungkin mendominasi sekitar 40 persen, sedangkan sektor transportasi berada di sekitar 37 persen," ungkapnya, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa 13 Februari 2024.

Darwin menggarisbawahi bahwa dengan adanya dorongan pemerintah untuk mengadopsi kendaraan listrik, sektor transportasi berpotensi menjadi konsumen energi terbesar di masa mendatang. Namun, permasalahan muncul terkait jenis transportasi yang banyak digunakan masyarakat, apakah itu kendaraan pribadi atau transportasi publik yang diatur pemerintah.

"Permasalahannya adalah jenis transportasi mana yang dominan, apakah setiap individu menggunakan kendaraan pribadi atau apakah ada penggunaan transportasi publik yang efisien yang diatur dan didukung pemerintah," jelasnya.

Darwin menyoroti bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan ekosistem kendaraan listrik, yang berbeda dengan kondisi negara maju yang sudah lebih siap dalam menerapkan program kendaraan ramah lingkungan.

"Tantangan terbesar kita adalah integrasi ekosistem kendaraan listrik, yang berbeda dengan negara maju yang sudah memiliki sistem transportasi publik yang siap dan banyak digunakan oleh masyarakat," katanya.

Menurutnya, jika pemerintah ingin mengurangi emisi karbon, fokusnya seharusnya adalah pada pengembangan transportasi publik, bukan hanya memberikan subsidi untuk kendaraan listrik, terutama mobil listrik.

"Seharusnya, jika kita ingin menekan emisi karbon dari sektor transportasi, kebijakan transportasi publik harus menjadi prioritas, terutama untuk mendorong penggunaan transportasi massal," tandasnya.

"Ini adalah keprihatinan bersama kita untuk mengurangi emisi karbon," tambahnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait