Market Hari Ini 01 Aug 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Yunila Wati

Menutup Juli 2025, IHSG Terkoreksi 0,87 Persen ke Level 7.484

IHSG ditutup koreksi 0,87 persen ke 7.484 pada 31 Juli 2025. Saham BBCA, WIFI, dan GOTO catat transaksi tertinggi.

IHSG ditutup koreksi 0,87 persen ke 7.484 pada 31 Juli 2025. Saham BBCA, WIFI, dan GOTO catat transaksi tertinggi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi sebesar 0,87 persen ke level 7.484 pada perdagangan Kamis, 31 Juli 2025. (Foto: Dok. KabarBursa)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi sebesar 0,87 persen ke level 7.484 pada perdagangan Kamis, 31 Juli 2025. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi sebesar 0,87 persen ke level 7.484 pada perdagangan Kamis, 31 Juli 2025.

Mengutip data RTI Business, IHSG sempat menguat di awal sesi hingga menyentuh level tertinggi 7.566. Namun pada sesi kedua, indeks justru koreksi dan sempat bertengger di level terendah 7.476.

Adapun sebanyak 412 saham terpantau melemah, 228 saham di zona hijau, dan 164 saham mengalami stagnan. Volume perdagangan pada penutupan hari ini mencapai 41,115 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,886 triliun.

Merujuk data Stockbit, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sukses membukukan transaksi paling tinggi hari ini yang mencapai Rp1,39 triliun. Di posisi kedua terdapat saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang meraup nilai transaksi sebesar Rp659 miliar.

Tak ketinggalan, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mencatat nilai transaksi tinggi yakni Rp576 miliar. Tempat ketiga ada Saham emiten tambang logam, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), juga masuk dalam lima besar dengan transaksi senilai Rp551 miliar. 

Sementara itu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melengkapi daftar lima besar dengan nilai perdagangan Rp489 miliar.

Pindah ke sisi volume perdagangan, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terpantau yang paling laris diperdagangkan hari ini dengan total transaksi mencapai 65 juta lot. 

Disusul oleh saham PT Sentul City Tbk (BKSL) sebanyak 18 juta lot dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) sebanyak 12 juta lot. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga mencatatkan aktivitas volume tinggi dengan masing-masing sekitar 10 juta lot.

Sementara itu dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor mengalami tekanan. Sektor infrastruktur tercatat turun paling dalam sebesar -2,41 persen, disusul sektor barang konsumsi primer (2,36 persen) dan transportasi (2,35 persen).

 Sektor keuangan pun melemah -1,23 persen, meski saham-saham perbankan besar justru mencatatkan nilai transaksi tinggi.

Namun demikian, tidak semua sektor bergerak negatif. Sektor non-siklikal justru menguat sebesar 0,70 persen, diikuti sektor siklikal (0,54 persen) dan sektor kesehatan yang naik tipis sebesar 0,13 persen. 

Sebelumnya, Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7,507 dan resistance pada level 7,617 dengan kecenderungan melemah.

Secara teknikal, Reliance melihat candle IHSG berbentuk black spinning top, menembus ke bawah garis MA5, indikator Stochastic dead cross. 

"Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami pelemahan. Adapun saham pilihan hari ini adalah BREN, SCMA, BBCA, dan GGRM," tulis Reliance dalam risetnya kepada Kabarbursa.com. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait