Market Hari Ini 31 Oct 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Menutup Oktober 2025, IHSG Tekoreksi ke Level 8.163

Sektor infrastruktur menjadi penggerak utama dengan kenaikan +1,13 persen, disusul transportasi yang naik +0,57 persen.

Sektor infrastruktur menjadi penggerak utama dengan kenaikan +1,13 persen, disusul transportasi yang naik +0,57 persen.

Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto: KabarBursa.com
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto: KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,25 persen atau turun 20 poin ke level 8.163 pada perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025.

Sektor infrastruktur menjadi penggerak utama dengan kenaikan +1,13 persen, disusul transportasi yang naik +0,57 persen.

Sementara itu, sektor properti dan industri justru tertekan masing-masing -1,17 persen dan -1,50 persen. Di sisi lain, sektor teknologi masih mampu mencatat penguatan tipis +0,07 persen, sedangkan energi turun 0,27 persen. Koreksi paling dalam terjadi pada sektor industri dasar (basic industry) dan kesehatan (health), yang masing-masing melemah 0,96 persen.

Sektor cyclical juga bergerak positif +0,32 persen, sementara non-cyclical naik +0,12 persen, menandakan pola akumulasi selektif di tengah volatilitas pasar menjelang akhir pekan.

Dari sisi transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat nilai transaksi tertinggi dengan total Rp1,405 triliun, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp1,279 triliun dan PT Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp987 miliar.

Saham tambang PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menempati posisi keempat dengan transaksi Rp510 miliar, sementara PT Telkom Indonesia (TLKM) menutup daftar lima besar dengan Rp376,9 miliar.

Untuk volume perdagangan, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih menjadi yang paling aktif dengan transaksi mencapai 26,89 juta lot.

Diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 14,85 juta lot, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebanyak 7,17 juta lot. Sementara Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dan Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) mencatat volume 4,16 juta dan 4,15 juta lot masing-masing.

Pada pagi tadi diberitakan, MNC Sekuritas dalam risetnya menyebut, selama buyer mampu mempertahankan ritme di atas sabuk support 8.042 dan 7.967, peluang uji resistansi 8.269 lalu 8.365 tetap terbuka.

Struktur gelombang yang dipetakan sebagai awal wave (iii) dari wave [iii] mengisyaratkan bias menanjak, dengan area kenaikan terdekat mengarah ke 8.268–8.354.

Dengan begitu, skenario intraday yang ideal adalah pullback sehat yang dangkal mendekati MA20 untuk mengisi tenaga, sebelum harga menekan kembali area 8.2xx atas. Sebaliknya, kegagalan bertahan di 8.042 berisiko mengubah sesi menjadi “choppy” dan menunda uji resistansi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait