Market Hari Ini 16 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Meski Terkoreksi, Unilever (UNVR) Masih Menarik dari Sisi Dividen: Speculative BUY?

UNVR terkoreksi tipis ke 1.690, MNC Sekuritas rekomendasikan spec buy meski mayoritas indikator teknikal harian menunjukkan sinyal jual dan tekanan sektor kesehatan masih terasa.

UNVR turun ke 1.690, MNC Sekuritas sarankan spec buy di 1.665–1.685 dengan target 1.750–1.780, meski teknikal harian dominan jual.

Gedung Unilever Indonesia. Foto: Dok UNVR.
Gedung Unilever Indonesia. Foto: Dok UNVR.

Daftar Isi

  1. 01 Perlawanan yang Rapuh di Area Support

KABARBURSA.COM - Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menutup perdagangan Senin, 15 September 2025, di level Rp1.690 per saham. Angka tersebut turun tipis 0,29 persen dari hari sebelumnya. 

Meski koreksinya tidak signifikan, tekanan jual tampak meningkat dan membuat pergerakan saham ini semakin tertekan. 

Dari sudut pandang analisis gelombang, MNC Sekuritas memperkirakan posisi UNVR saat ini berada pada bagian wave [b] dari wave 2, sehingga masih menyarankan strategi speculative buy di kisaran Rp1.665–Rp1.685 dengan target harga jangka pendek di Rp1.750 dan Rp1.780, serta stoploss di bawah Rp1.645.

Secara fundamental, UNVR tetap memiliki daya tarik. Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp64,47 triliun, price to earnings ratio di 21,09, serta dividend yield 5,21 persen, saham ini masih menjadi incaran investor berorientasi dividen. 

Namun, dari perspektif teknikal harian, situasinya jauh lebih kompleks. Data Investing mencatat rangkuman indikator teknikal berada pada posisi “sangat jual”, dengan 9 indikator memberikan sinyal jual berbanding hanya 1 sinyal beli. 

Tekanan terlihat pada RSI yang masih netral di 46,92, sementara indikator lain seperti Stochastic, ROC, Williams %R, hingga ADX memperlihatkan tren pelemahan.

Perlawanan yang Rapuh di Area Support

Meski mayoritas indikator memberi sinyal negatif, masih ada celah teknis yang menopang UNVR. MA50 dan MA100 menunjukkan tren beli, yang berarti ada potensi saham bertahan di area support jangka menengah. 

Namun, garis rata-rata jangka pendek, termasuk MA5, MA10, dan MA20, kompak memberi sinyal jual. Hal ini menegaskan bahwa saham tengah berada dalam tekanan jangka pendek. 

Pivot point harian juga memperlihatkan bahwa level 1.685–1.690 menjadi penentu arah berikutnya. Jika level ini ditembus ke bawah, harga berpotensi menguji area 1.668–1.646, sedangkan jika mampu bertahan, peluang rebound ke kisaran 1.703–1.716 masih terbuka.

Rekomendasi spec buy dari MNC Sekuritas bisa dipahami dalam konteks akumulasi jangka pendek bagi investor yang berani menanggung risiko tinggi. Harga saat ini memang berada di area akumulasi yang disarankan, tetapi dominasi sinyal teknikal yang lemah membuat strategi ini lebih cocok untuk investor spekulatif ketimbang konservatif. 

Bagi investor lama, disiplin menjaga posisi dan memantau area support menjadi kunci. Jika harga jatuh di bawah Rp1.645, keluar dari posisi akan lebih bijak. 

Untuk investor baru, lebih aman menunggu konfirmasi penguatan di atas Rp1.703–Rp1.716 sebelum masuk, sembari mempertimbangkan bahwa sektor barang konsumen, khususnya kesehatan dan perawatan, masih menghadapi beban tekanan pasar.

Secara keseluruhan, rekomendasi MNC Sekuritas untuk melakukan speculative buy pada UNVR memiliki dasar teknis, tetapi tidak sepenuhnya sejalan dengan sinyal teknikal harian yang cenderung negatif. 

Saham ini berada di persimpangan, masih menarik dari sisi valuasi dividen, namun rawan koreksi lebih dalam jika support kritis ditembus. 

Investor yang agresif bisa mulai akumulasi terbatas, sementara investor konservatif disarankan menunggu sinyal pemulihan yang lebih jelas sebelum masuk.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait