Market Hari Ini 10 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Militer Israel Dalang di Balik '72 Virgins Uncensored'

Militer Israel Dalang di Balik '72 Virgins Uncensored'
Militer Israel Dalang di Balik '72 Virgins Uncensored'

KABARBURSA.COM- Militer Israel (IDF) tengah diguncang skandal '72 Virgins Uncensored', yakni sebuah saluran media di Telegram. Akun tersebut banyak mengunggah foto dan video penuh darah dari garis depan perang Israel di Gaza.

Investigasi kemudian mengungkapkan bahwa saluran itu dijalankan oleh militer Israel. IDF awalnya menyangkal bahwa mereka berada di balik video-video aneh tersebut.

Namun hasil terbaru Haaretz menyebut juru bicara pasukan Israel mengatakan bahwa militer mengetahui bahwa "sebenarnya tentaranya-lah yang berada di balik postingan saluran tersebut".

Mayjen IDF Oded Basyuk melakukan penyelidikan internal dan menyebut "orang-orang dalam rantai komandonya berbohong kepadanya tentang saluran tersebut dan hubungannya dengan Departemen Pengaruh Israel".

"Setelah temuan ini, komandan unit tersebut pada masa perang akan mengakhiri dinas militernya," lapornya.

Diketahui "72 Virgins-Uncensored", kerap memuat video dan gambar yang menampilkan mayat warga sipil Palestina dengan teks rasis seperti "membasmi kecoak...membasmi tikus Hamas... Bagikan keindahan ini".

Beberapa video lain juga telah menjadi viral setelah menunjukkan tentara mengejek warga Palestina dengan mencelupkan peluru mereka ke dalam lemak babi, yang dilarang dalam Islam.

"Laki-laki yang hebat!!!! Lumasi peluru dengan lemak babi. Kamu tidak akan mendapatkan perawanmu," isi teks dalam video tersebut, berdasarkan terjemahan dari Haaretz.

Sejak 7 Oktober, hampir 30.000 warga Palestina telah dibunuh oleh militer Israel di Gaza. IDF telah memblokir hampir semua bantuan kemanusiaan memasuki wilayah Palestina yang berpenduduk padat.

Tel Aviv mengaku bahwa aksi militernya ini dilakukan untuk membasmi kelompok militer Gaza, Hamas. Namun, beberapa narasi mulai digaungkan kelompok sayap kanan di negara itu seperti pengusiran warga Gaza dan pembuatan wilayah kantong Palestina itu sebagai buffer zone.

Narasi ini ditolak keras oleh sebagian negara dunia. Bahkan, Amerika Serikat (AS) dan Jerman, yang dikenal memberikan dukungan pada Israel, menganggap narasi semacam itu sebagai sesuatu yang tidak bertanggung jawab.

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait