Minyak Dunia Mendadak Ambles, Pasar Terbuai dengan Damai AS-Iran

Harga minyak dunia anjlok usai muncul sinyal damai AS-Iran meski konflik dan ancaman perang belum benar-benar reda

Harga minyak dunia turun tajam setelah muncul sinyal damai AS-Iran. Pasar optimistis meski konflik Timur Tengah belum usai.

Harga minyak dunia turun tajam setelah muncul sinyal damai AS-Iran. Pasar optimistis meski konflik Timur Tengah belum usai. Foto: Dok. Pertamina.
Harga minyak dunia turun tajam setelah muncul sinyal damai AS-Iran. Pasar optimistis meski konflik Timur Tengah belum usai. Foto: Dok. Pertamina.

KABARBURSA.COM — Harga minyak dunia tiba-tiba lunglai. Baru kemarin pasar panik karena perang Iran dan Amerika Serikat makin liar, sekarang investor mendadak berubah jadi duta perdamaian dadakan. Cuma gara-gara muncul kabar ada draft kesepakatan awal antara Washington dan Teheran, harga minyak langsung longsor sekitar 4 persen.

Pasar tampaknya memang gampang baper. Sedikit kabar damai langsung dianggap dunia mau kembali normal, meski ledakan dan ancaman perang belum benar-benar hilang.

Televisi pemerintah Iran melaporkan pihaknya telah melihat rancangan awal tidak resmi mengenai kerangka kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Kabar itu langsung mengalahkan kekhawatiran pasar sebelumnya. Padahal Iran sempat menuding Amerika melanggar gencatan senjata, sementara sebuah kapal tanker juga melaporkan ledakan di lepas pantai Oman sehari sebelumnya.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 28 Mei 2026, harga minyak Brent turun USD3,94 per barel atau sekitar Rp70.132 hingga menyentuh USD95,59 (Rp1,7 juta) per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate milik Amerika Serikat turun USD3,97 atau sekitar Rp70.666 menjadi USD88,91 (Rp1,58 juta).

Bahkan sebelumnya Brent sempat jeblok lebih dari 5 persen hingga menyentuh USD94,16 (Rp1,67 juta), level terendah dalam sebulan. WTI juga sempat turun lebih dari 6 persen ke USD87,77 (Rp1,56 juta).

Padahal sehari sebelumnya harga minyak sempat naik 3,6 persen setelah Amerika melancarkan serangan baru ke Iran. Situasi makin kusut setelah Israel memperbesar serangan ke Lebanon..Namun pasar memilih fokus pada satu hal. Harapan damai.

Televisi pemerintah Iran bahkan menyebut Amerika Serikat akan menarik pasukan militernya dari sekitar Iran dan menghentikan blokade laut. Pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz nantinya disebut akan dilakukan Iran bersama Oman.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Iran memang ingin mencapai kesepakatan. Tapi Washington belum puas. “Iran sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi Amerika Serikat belum puas dengan itu,” kata Trump.

Media Iran Fars News juga mengakui masih ada sejumlah persoalan yang belum selesai dalam negosiasi tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio ikut memberi sinyal positif. Ia mengatakan pembicaraan dengan Iran menunjukkan sedikit kemajuan menuju kesepakatan damai.

Pasar langsung membaca situasi ini sebagai tanda perang mulai kehilangan tenaga. Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan tekanan jual di pasar minyak sangat besar karena pelaku pasar mulai percaya peluang perang kembali pecah makin kecil.

“Kontrak minyak mentah berada di bawah tekanan jual besar pada awal perdagangan, turun lebih dari 5 persen setelah seorang pemimpin militer Iran menyatakan kemungkinan kembali perang rendah, yang membuat banyak pedagang percaya kesepakatan damai semakin dekat. Tampaknya pasokan global yang sebelumnya sangat ketat mulai mereda,” ujar Kissler.

Selama konflik berlangsung, Selat Hormuz praktis jadi titik paling menakutkan bagi pasar energi global. Jalur itu merupakan urat nadi minyak Timur Tengah.

Badan Energi Internasional menyebut penutupan efektif Selat Hormuz telah memangkas lebih dari 14 juta barel pasokan minyak per hari dari pasar global.

Efek perang juga mulai terasa ke sektor lain. Dua maskapai terbesar India dikabarkan memangkas rencana penerbangan domestik untuk Juni dan Juli karena biaya bahan bakar pesawat melonjak setelah konflik Iran pecah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait