Market Hari Ini 08 Apr 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Minyak Dunia Tak Stabil, Pasokan jadi Kekhawatiran Pasar

Volatilitas harga minyak meningkat tajam akibat konflik AS-Iran, dengan lonjakan cepat dan fluktuasi tinggi di tengah ketidakpastian pasokan global.

Harga minyak dunia bergejolak akibat konflik AS-Iran, dengan lonjakan tajam dan fluktuasi tinggi karena risiko gangguan pasokan global.

Ilustrasi kenaikan harga minyak akibat serang AS ke Iran. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi kenaikan harga minyak akibat serang AS ke Iran. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Volatilitas harga minyak dunia meningkat tajam setelah eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk serangan militer Amerika Serikat ke target Iran di Pulau Kharg pada 7 April 2026.

Sejumlah analis menilai, pergerakan harga tidak hanya menunjukkan tren kenaikan, tetapi juga fluktuasi signifikan dalam waktu singkat di tengah ketidakpastian pasokan global.

Melansir dari Reuters, 7 April 2026, harga West Texas Intermediate (WTI) sempat naik lebih dari USD5 per barel dalam satu sesi, sebelum akhirnya ditutup hanya naik USD0,54 ke USD112,95.

Sementara harga minyak Brent ditutup turun 0,5 persen ke USD109,27. Pergerakan ini terjadi di tengah perkembangan situasi geopolitik dan respons pasar terhadap berbagai informasi yang muncul.

Dalam skala bulanan, lonjakan harga juga tercatat signifikan. Reuters pada 6 April 2026 mencatat harga Brent meningkat sekitar 64 persen sepanjang Maret, sementara WTI naik sekitar 52 persen, menjadi kenaikan terbesar sejak Mei 2020 berdasarkan data London Stock Exchange Group (LSEG).

Tekanan juga terlihat di pasar fisik. Reuters pada 7 April 2026 melaporkan harga minyak jenis North Sea Forties sempat mencapai USD146,09 per barel.

Sementara harga acuan futures berada di level yang lebih rendah. Pada saat yang sama, Reuters mencatat sejumlah kilang di Asia dan Eropa membayar mendekati USD150 per barel untuk mendapatkan pasokan yang tersedia segera.

Reuters juga melaporkan kontrak WTI front-month diperdagangkan pada premi tinggi dibandingkan kontrak bulan berikutnya. Selain itu, harga dated Brent tercatat hampir USD20 di atas kontrak futures, sementara premi minyak fisik di Asia mencapai hingga USD40 per barel.

“Ketika terjadi kekurangan fisik yang nyata, pelaku pasar tidak lagi memikirkan pengiriman bulan depan, tetapi minyak yang tersedia sekarang,” kata trader minyak, Adi Imsirovic, dikutip dari Reuters, Selasa, 7 April 2026.

Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), dikutip Reuters , menyatakan, pihaknya bakal mempertahankan premi risiko pada harga minyak karena ketidakpastian gangguan pasokan di masa depan diperkirakan akan menjaga harga tetap di atas level sebelum konflik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait