Market Hari Ini 15 Apr 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Mitratel Pertahankan Rating Tertinggi idAAA dari PEFINDO

Pelaporan ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menjunjung tinggi prinsip transparansi kepada regulator maupun investor

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), yang lebih dikenal sebagai Mitratel, kembali mengukuhkan reputasinya di pasar keuangan.

Salah satu proyek PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. Foto: Dok MTEL
Salah satu proyek PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. Foto: Dok MTEL

KABARBURSA.COM - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), yang lebih dikenal sebagai Mitratel, kembali mengukuhkan reputasinya di pasar keuangan. Perseroan berhasil mempertahankan peringkat tertinggi idAAA dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi Berkelanjutan I, serta idAAA(sy) untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I.

Informasi tersebut disampaikan secara resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan informasi tertanggal 14 April 2026, yang dipublikasikan di laman IDX pada Selasa. Dokumen itu ditandatangani oleh Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel, Hendra Purnama.

Manajemen menegaskan bahwa pelaporan ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menjunjung tinggi prinsip transparansi kepada regulator maupun investor. Sebuah langkah yang mencerminkan tata kelola perusahaan yang disiplin.

Dalam penilaiannya, PEFINDO menempatkan Mitratel pada posisi yang sangat kokoh di industri menara telekomunikasi. Hal ini ditopang oleh aliran pendapatan berulang dari bisnis penyewaan menara, serta dukungan struktural dari induk usaha, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Kinerja finansial perseroan juga dinilai berada dalam kondisi prima, dengan visibilitas pendapatan yang terjaga. Prospek stabil yang disematkan mencerminkan keyakinan bahwa Mitratel mampu mempertahankan performa operasional dan keuangan di tengah lanskap industri yang kompetitif.

Meski demikian, PEFINDO memberikan catatan kehati-hatian. Ketergantungan terhadap pendanaan eksternal menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati. Peringkat dapat tertekan apabila terjadi pelemahan signifikan pada posisi pasar, penurunan realisasi pendapatan dan EBITDA di bawah ekspektasi, atau lonjakan utang yang tidak diimbangi pertumbuhan bisnis.

Secara fundamental, Mitratel menutup tahun buku 2025 dengan total aset konsolidasi sebesar Rp57,03 triliun. Ekuitas tercatat Rp32,03 triliun, sementara total liabilitas mencapai Rp21,48 triliun. Dari sisi operasional, perseroan membukukan pendapatan Rp9,53 triliun, EBITDA Rp7,83 triliun, serta laba bersih Rp2,12 triliun.

Margin EBITDA tetap impresif di level 82,2 persen—sebuah indikator efisiensi yang terjaga. Rasio utang terhadap EBITDA berada di kisaran 2,7 kali, sedangkan rasio FFO terhadap utang mencapai 26 persen.

Sebagai entitas anak PT Telkom Indonesia dengan kepemilikan 71,83 persen, Mitratel telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2021. Kini, perseroan menjelma menjadi salah satu operator menara telekomunikasi terbesar di Tanah Air. Sisa sahamnya dimiliki publik, PT Mettle Investama, serta Government of Singapore.

Dengan perolehan peringkat idAAA ini, Mitratel semakin mempertegas kredibilitasnya di pasar surat utang. Pencapaian tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor terhadap instrumen obligasi dan sukuk yang diterbitkan, sekaligus menopang langkah ekspansi bisnis perseroan di masa mendatang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait