Market Hari Ini 15 Jun 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

MKPI Bagi Dividen Rp950 per Saham, Harga Saham Masih Tertekan

MKPI membagikan dividen Rp950 per saham saat laba kuartal I 2026 tumbuh 17,64 persen, meski harga saham masih turun 8,96 persen secara YTD.

MKPI membagikan dividen Rp950 per saham senilai Rp900,78 miliar. Laba tumbuh, tetapi harga saham masih melemah 8,96 persen secara YTD.

Ilustrasi PT Metropolitan Kentjana Tbk membagikan dividen. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi PT Metropolitan Kentjana Tbk membagikan dividen. Foto: dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Simulasi Dividen MKPI untuk Investor

KABARBURSA.COM – PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) membagikan dividen tunai sebesar Rp950 per saham atau sekitar Rp900,78 miliar. Di sisi lain, performa saham MKPI di lantai bursa masih berada di zona negatif dengan penurunan 8,96 persen secara year to date (YTD).

Berdasarkan data yang dihimpun dari perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham MKPI berada di level Rp21.850 per saham pada perdagangan Senin, siang. Harga tersebut relatif tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Meski pergerakan saham dalam jangka pendek cenderung stabil, kinerja saham pengembang kawasan Pondok Indah tersebut masih menunjukkan tekanan sejak awal tahun. Data price performance memperlihatkan saham MKPI terkoreksi 8,96 persen secara YTD dan turun 7,42 persen dalam satu tahun terakhir.

Di tengah pelemahan harga saham tersebut, Perseroan tetap mempertahankan kebijakan pembagian dividen yang cukup besar. Data perusahaan menunjukkan dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp950 per saham dengan payout ratio sebesar 76,73 persen.

Nilai dividen tersebut setara dividend yield sekitar 3,33 persen berdasarkan harga saham saat ini.

Dari sisi fundamental, perusahaan properti itu masih membukukan pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026. Laba bersih tercatat Rp293 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp249 miliar.

Secara tahunan, laba bersih Perseroan mencapai Rp1,17 triliun, sementara laba bersih trailing twelve months (TTM) berada di kisaran Rp1,16 triliun.

Selain itu, MKPI mencatat pertumbuhan laba bersih kuartalan sebesar 17,64 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pendapatan juga tumbuh 6,06 persen YoY.

Rasio profitabilitas perusahaan masih tergolong tinggi. Net profit margin tercatat 43,60 persen, sedangkan operating profit margin mencapai 49,73 persen.

Dari sisi neraca, PT Metropolitan Kentjana Tbk juga memiliki posisi keuangan yang relatif kuat. Current ratio berada di level 2,51 kali dengan total liabilities to equity ratio sebesar 0,23 kali. 

Meski tetap membagikan dividen jumbo, pergerakan saham MKPI dalam beberapa periode masih beragam. Dalam satu bulan terakhir, saham MKPI naik tipis 0,11 persen. Namun dalam tiga bulan terakhir terkoreksi 6,52 persen dan turun 9,71 persen dalam enam bulan.

Secara tahunan, saham MKPI melemah 7,42 persen. Bahkan dalam horizon tiga tahun, harga sahamnya masih tercatat turun 18,77 persen.

Meski demikian, dalam jangka panjang saham MKPI masih menghasilkan imbal hasil positif. Dalam 10 tahun terakhir, harga saham MKPI tercatat naik 19,73 persen.

Simulasi Dividen MKPI untuk Investor

Dengan nilai dividen Rp950 per saham, berikut simulasi penerimaan dividen sebelum pajak:

Sebagai gambaran, investor yang memiliki 10 lot saham MKPI akan menerima dividen sebesar Rp950.000 sebelum memperhitungkan pajak. Sementara pemegang 25 lot berhak memperoleh dividen Rp2,37 juta.

Di tengah koreksi harga saham sejak awal tahun, pembagian dividen tersebut menjadi salah satu faktor yang tetap memberikan arus kas kepada pemegang saham, meskipun pergerakan harga saham di pasar masih belum sepenuhnya pulih.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait