Market Hari Ini 23 Dec 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Yunila Wati

Morris Capital Ambil Alih PIPA, Tender Wajib Digelar

Masuknya Morris Capital Indonesia sebagai pengendali baru membuka babak baru bagi PIPA.

Morris Capital Indonesia menggelar tender wajib atas saham PIPA senilai Rp93,45 miliar setelah resmi menjadi pengendali baru perseroan.

Morris Capital Indonesia menyatakan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 93.457.762.581 atau sekitar Rp93,45 miliar untuk membeli saham milik publik. (Foto: Dok. Multi Makmur Lemindo)
Morris Capital Indonesia menyatakan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 93.457.762.581 atau sekitar Rp93,45 miliar untuk membeli saham milik publik. (Foto: Dok. Multi Makmur Lemindo)

KABARBURSA.COM – PT Morris Capital Indonesia resmi menjadi pengendali baru PT Multi Makmur Lemindo Tbk atau PIPA dengan mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer atas saham perseroan. 

Dalam keterbukaan informasi, Morris Capital Indonesia menyatakan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 93.457.762.581 atau sekitar Rp93,45 miliar untuk membeli saham milik publik.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 54,47 per saham, yang merupakan harga terendah sesuai ketentuan, dihitung dari rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham PIPA di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir sebelum terjadinya perubahan pengendalian.

Penawaran tender wajib ini mencakup sebanyak-banyaknya 1.715.765.790 saham atau setara 50,08 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. 

Periode pelaksanaan tender dijadwalkan berlangsung mulai 23 Desember 2025 hingga 22 Januari 2026, dengan tanggal pembayaran pada 3 Februari 2026.

Morris Capital Indonesia resmi menjadi pengendali PIPA setelah mengakuisisi 1.500.000.000 saham atau sekitar 43,78 persen kepemilikan dari para penjual pada 6 dan 10 Oktober 2025. 

Masuknya Morris Capital Indonesia sebagai pemegang saham pengendali membawa arah baru bagi PIPA yang selama ini dikenal sebagai produsen material bahan bangunan berbasis plastik PVC.

Perwakilan Morris Capital Indonesia menyampaikan bahwa PIPA memiliki nilai strategis untuk dikembangkan lebih luas. 

“Kami melihat PIPA memiliki potensi strategis yang bisa dikembangkan untuk masuk ke sektor energi dan logistik,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa, 23 Desember 2025.

Ke depan, PIPA direncanakan akan melakukan transformasi bisnis dengan memperluas kegiatan usaha ke sektor perdagangan dan logistik bahan bakar minyak. 

Pengembangan tersebut mencakup pembangunan fasilitas penyimpanan, sistem distribusi darat dan laut, serta jaringan logistik energi yang terintegrasi. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi PIPA dalam rantai pasok energi nasional dan menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Dari sisi pasar modal, saham PIPA berada di level 228 dengan kenaikan 12 poin atau setara 5,56 persen dalam periode tiga bulan. Pergerakan tersebut mencerminkan mulai terbentuknya sentimen positif pasar seiring masuknya pengendali baru dan rencana transformasi bisnis perseroan.

Morris Capital Indonesia menegaskan tidak memiliki rencana untuk melikuidasi perseroan, mengubah kebijakan dividen, maupun melakukan penghapusan pencatatan saham PIPA dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Komitmen tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi stabilitas perusahaan di tengah proses transformasi bisnis yang tengah disiapkan.

Pelaksanaan jual beli saham dalam rangka Penawaran Tender Wajib akan dilakukan melalui mekanisme crossing di BEI, sementara pembayaran akan mengikuti ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia. 

Sebagai informasi, PT Morris Capital Indonesia merupakan perusahaan investasi dan pengembangan bisnis yang berfokus pada sektor energi, logistik, dan infrastruktur distribusi. 

Melalui anak perusahaan dan entitas afiliasinya, Morris Capital Indonesia menjalankan kegiatan perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak dengan pendekatan rantai pasok end-to-end, termasuk pengembangan fasilitas penyimpanan, sistem distribusi darat dan laut, serta jaringan logistik energi di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, Morris Capital Indonesia juga melakukan integrasi bisnis energi hulu dan hilir melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri guna meningkatkan efisiensi pasokan, kepastian distribusi, serta arus pendapatan jangka panjang berbasis aset dan kontrak. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait