Market Hari Ini 01 Oct 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

MTDL Targetkan Adopsi Agentic AI Pendapatan Konsultasi Tumbuh 21 Persen

Perseroan mengandalkan delapan pilar solusi digital sebagai kerangka transformasi dan memperkenalkan konsep Agentic AI

MTDL, salah satu emiten teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terbesar di Bursa Efek Indonesia, perannya dalam mempercepat adopsi kecerdasan buatan

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja saat memberikan presentasi pada Metrodata Solution Dayt (MSD) 2025. Dok MTDL
Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja saat memberikan presentasi pada Metrodata Solution Dayt (MSD) 2025. Dok MTDL

KABARBURSA.COM – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), salah satu emiten teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terbesar di Bursa Efek Indonesia, menegaskan perannya dalam mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) di tanah air. 

Perseroan mengandalkan delapan pilar solusi digital sebagai kerangka transformasi dan memperkenalkan konsep Agentic AI yang dinilai akan menjadi arus utama dalam tren teknologi global.

Langkah strategis ini dipresentasikan pada ajang Metrodata Solution Day (MSD) 2025, Agustus lalu, bertema The Rise of Agentic AI. Acara tersebut menjadi panggung bagi lebih dari 100 contoh penerapan AI di berbagai sektor, mulai dari layanan keuangan, manufaktur, kesehatan, hingga ritel.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, menegaskan bahwa pengalaman panjang Metrodata dalam industri TIK memberi keunggulan dalam mengintegrasikan inovasi digital. “Metrodata dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dan delapan pilar solusi digital, berkomitmen mempercepat transformasi AI lintas industri di Indonesia. Layanan yang kami berikan bersifat end-to-end, mencakup konsultasi, implementasi, hingga pendampingan setelah penerapan,” ujarnya dikutip Rabu, 1 Oktober 2025.

Menurut laporan McKinsey mengenai prospek tren teknologi 2025, terdapat 13 aspek penting yang akan mendorong arah industri global, termasuk Agentic AI, cloud & edge computing, serta digital trust & cybersecurity. Survei terbaru McKinsey juga mencatat bahwa 78 persen perusahaan di dunia kini telah memanfaatkan generative AI minimal pada satu fungsi bisnis, naik dari 55 persen pada tahun sebelumnya. Fakta ini menunjukkan percepatan adopsi yang signifikan.

Metrodata sendiri membagi strategi transformasinya dalam delapan pilar utama: Cloud Services, Data & AI, Hybrid IT Infrastructure, Cybersecurity, Business Application, Digital Business Platform, Consulting & Advisory Services, dan Managed Services. Melalui kerangka ini, perseroan berharap dapat menjadi mitra strategis yang membantu perusahaan nasional menavigasi perubahan teknologi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keberlanjutan.

Hingga paruh pertama 2025, unit bisnis solusi konsultasi digital Metrodata yang membawahi layanan Data & AI mencatat kenaikan pendapatan sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan layanan strategis, terutama di bidang Cloud, Business Application, dan Cyber Security.

“Komitmen kami adalah memastikan percepatan pemanfaatan AI di Indonesia berjalan inklusif, berdampak, dan berkesinambungan di berbagai sektor industri,” tambah Susanto.

Sebagai emiten yang telah melantai di BEI sejak 1990, Metrodata mengandalkan dua segmen utama bisnisnya, yakni distribusi digital dan solusi serta konsultasi digital. Unit distribusi melayani lebih dari 330 kota dengan dukungan 6.000 mitra saluran dan lebih dari 100 brand TIK global. Sementara unit solusi dan konsultasi digital menjadi tulang punggung transformasi bisnis, dengan fokus pada penerapan teknologi mutakhir.

Dalam konteks pasar modal, konsistensi pertumbuhan pendapatan dari unit konsultasi digital dinilai menjadi penopang utama kinerja MTDL. Dengan prospek permintaan layanan berbasis cloud dan AI yang terus meningkat, perseroan diperkirakan akan tetap menjadi salah satu emiten teknologi yang diperhatikan investor pada periode mendatang.

Menilik data perdagangannya harga saham MTDL saat ini berada dikisaran Rp600 per lembarnya. Jika dilihat dari tiga bulan sebelumnya, ia mengalami bullish dari Rp520. Perusahaan ini juga sempat membagikan dividen TTM Rp24 pada 5 Juni 2025. Selain itu pendapatan kuartal I naik menjadi Rp154 miliar sebelumnya Rp147 miliar pada kuartal yang sama di 2024. Pada kuartal II pendapatan juga naik dari Rp129 miliar menjadi Rp141 miliar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait