Market Hari Ini 10 Jun 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

MTDL Tebar Dividen Rp331 Miliar, Bos Sebut Saham ini Hidden Gem

Ada strategi yang disiapkan perseroan untuk menghadapi perubahan besar di industri teknologi.

MTDL membagikan dividen Rp331,5 miliar atau Rp27 per saham. Perseroan tetap optimistis tumbuh di tengah peluang proyek pemerintah dan bisnis digital.

Jajaran Komisaris dan Direksi PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) usai RUPST 2026 di Jakarta. Dari kiri ke kanan: Komisaris Independen Tanan Herwandi Antonius, Direktur Randy Kartadinata, Presiden Direktur Susanto Djaja, Wakil Presiden Komisaris Ben Aristarchus Widyatmodjo, Direktur Alexander Kuntoro, dan Direktur Sur Hang Aiwan. Doc. MTDL
Jajaran Komisaris dan Direksi PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) usai RUPST 2026 di Jakarta. Dari kiri ke kanan: Komisaris Independen Tanan Herwandi Antonius, Direktur Randy Kartadinata, Presiden Direktur Susanto Djaja, Wakil Presiden Komisaris Ben Aristarchus Widyatmodjo, Direktur Alexander Kuntoro, dan Direktur Sur Hang Aiwan. Doc. MTDL

Daftar Isi

  1. 01 Strategi Hadapi Ketidakpastian
  2. 02 Proyek Pemerintah jadi Peluang Pertumbuhan

KABARBURSA.COM – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) memutuskan membagikan dividen sebesar Rp331,5 miliar kepada para pemegang sahamnya. Nilai tersebut setara dengan 40,7 persen dari laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Juni 2026 di Hotel Pullman, Jakarta. Dengan pembagian tersebut, pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp27 per lembar saham.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengatakan kebijakan pembagian dividen yang konsisten menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi para investor.

“Konsistensi dalam pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Kemampuan membukukan kinerja positif secara berkelanjutan dan menjaga kebijakan dividen yang atraktif menjadikan MTDL sebagai salah satu ‘hidden gem’ di pasar modal Indonesia,” kata Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, dikutip dari keterbukaan informasi publik, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut dia, di tengah dinamika industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta fluktuasi pasar yang masih berlangsung, MTDL tetap mampu memberikan imbal hasil yang menarik melalui kombinasi pertumbuhan bisnis dan pembagian dividen yang berkelanjutan.

Kinerja positif perusahaan juga berlanjut pada awal tahun ini. Pada kuartal pertama 2026, MTDL membukukan pendapatan sebesar Rp6,7 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, laba bersih tercatat mencapai Rp158,9 miliar, meningkat 3,4 persen YoY.

Strategi Hadapi Ketidakpastian

Perseroan menilai meningkatnya tensi geopolitik dan gejolak ekonomi global telah mendorong ketidakpastian ekonomi di Indonesia. Kondisi tersebut turut memengaruhi perilaku konsumen dan pelaku usaha yang kini lebih selektif dalam melakukan pengeluaran.

Merespons perubahan tersebut, MTDL memilih menerapkan berbagai langkah adaptif guna menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mengantisipasi dinamika ekonomi yang berkembang.

Dalam agenda ekspansi tahun ini, perusahaan akan memperbesar fokus pada pengembangan portofolio, memperdalam hubungan dengan pelanggan, serta memperkuat lini usaha yang mampu menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).

Pada Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi Digital, MTDL berencana melakukan penataan ulang arsitektur solusi serta memperluas kerja sama dengan prinsipal baru yang menawarkan teknologi alternatif yang lebih efisien.

Sementara itu, pada Unit Bisnis Distribusi Digital, perseroan akan mengoptimalkan kekuatan portofolio produk dan solusi yang telah dimiliki. Upaya tersebut turut didukung oleh penambahan variasi produk smartphone dan notebook untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Proyek Pemerintah jadi Peluang Pertumbuhan

Meski pasar TIK nasional masih menghadapi berbagai tantangan, MTDL tetap optimistis prospek pertumbuhan Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi Digital sepanjang 2026 akan tetap terjaga.

Perseroan melihat peluang yang semakin besar dari pengaktifan kembali berbagai proyek strategis pemerintah dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Kondisi tersebut dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas bagi MTDL untuk menawarkan berbagai solusi teknologi kepada sektor publik maupun korporasi.

“Selain dari proyek-proyek strategis pemerintah, kebutuhan industri untuk menekan pengeluaran, modernisasi data, memastikan keamanan siber, dan memanfaatkan cloud untuk berbagai proses bisnis juga akan menciptakan permintaan layanan kepada Perseroan,” tutup Susanto.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait