Market Hari Ini 13 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Murahnya Energi Panas Bumi RI, Tak Mungkin Tambah Kapasitas

Murahnya Energi Panas Bumi RI, Tak Mungkin Tambah Kapasitas
Murahnya Energi Panas Bumi RI, Tak Mungkin Tambah Kapasitas

KABARBURSA.COM-Harga listrik dari sumber panas bumi di Indonesia tergolong terlalu murah, hal ini menjadi kendala bagi pengembangan kapasitas lapangan panas bumi yang tersedia. Menurut Ketua Indonesian Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Surya Darma, beberapa lapangan panas bumi yang sudah beroperasi masih memiliki kapasitas terpasang yang jauh dari kapasitas cadangan yang sebenarnya.

Sebagai contoh, PLTP Sarulla baru memiliki kapasitas terpasang sebesar 330 MW, meskipun kapasitas cadangannya mencapai 1.000 MW. Begitu pula dengan PLTP Dieng yang hanya memiliki kapasitas terpasang 60 MW, sementara kapasitas cadangannya melebihi 400 MW.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas lapangan panas bumi terhambat oleh perhitungan harga listrik yang belum sesuai dengan keekonomian pengembangan lapangan. Hal ini membuat tambahan kapasitas PLTP tidak dapat dilakukan.

Surya Darma berpendapat bahwa penyesuaian harga listrik dari PLTP dengan kondisi ekonomi setiap lapangan panas bumi akan meningkatkan daya tarik bagi para investor. Selain harga listrik, peningkatan insentif fiskal dan non-fiskal juga menjadi sorotan penting.

Menurutnya, insentif fiskal dan non-fiskal dapat membantu kelancaran proyek serta mempengaruhi nilai keekonomian proyek. Namun, kedua insentif tersebut perlu diasesmen dengan teliti untuk memastikan harga terendah sekaligus memenuhi nilai keekonomian proyek.

Wakil Ketua Komisi VII, Eddy Soeparno, menyatakan bahwa pihaknya akan mempelajari masukan dari pelaku usaha PLTP terkait insentif yang dibutuhkan. Komisi VII berharap dapat mendiskusikan masukan tersebut bersama pemerintah dan PT PLN guna mendukung pengembangan potensi besar panas bumi di Indonesia.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait