Market Hari Ini 06 Feb 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Nasdaq Terpuruk, Tekanan Big Tech Seret Wall Street

Indeks acuan S&P 500 yang mencerminkan pergerakan pasar secara luas ditutup melemah 1,23 persen

Lantai bursa ekuitas Wall Street terperosok tajam pada Kamis, dengan Nasdaq terhempas ke titik terendah sejak November.

Ilustrasi wall street. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi wall street. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Lantai bursa ekuitas Wall Street terperosok tajam pada Kamis, dengan Nasdaq terhempas ke titik terendah sejak November. Pelemahan ini dipicu oleh gelombang aksi jual saham-saham teknologi raksasa, termasuk Microsoft dan Amazon, yang menyeret sentimen pasar ke wilayah suram. Tekanan kian terasa setelah Alphabet mengungkapkan potensi lonjakan belanja modal untuk kecerdasan buatan (AI), sebuah langkah agresif demi menguasai lanskap teknologi yang sedang berevolusi cepat.

Indeks acuan S&P 500 yang mencerminkan pergerakan pasar secara luas ditutup melemah 1,23 persen atau turun 84,32 poin ke level 6.798,40. Nasdaq Composite Index terkoreksi lebih dalam, anjlok 1,59 persen atau 363,99 poin ke posisi 22.540,59. Dow Jones Industrial Average pun tak luput, terpangkas 1,20 persen atau 592,58 poin menjadi 48.908,72. Data tersebut dikutip dari laporan Reuters di New York, Kamis 5 Februari 2026 waktu setempat, atau Jumat 6 Februari 2026 pagi WIB.

Saham Alphabet terkikis 0,55 persen setelah induk usaha Google itu membeberkan rencana belanja modal (capex) hingga USD185 miliar pada 2026. Bersama kompetitor sesama Big Tech, Alphabet diproyeksikan mengucurkan lebih dari USD500 miliar untuk menopang investasi AI sepanjang tahun berjalan.

Tekanan pasar semakin menebal. Microsoft tergelincir 5 persen, Palantir terjun bebas 6,8 persen, sementara Oracle terkapar dengan penurunan 7 persen.

Amazon pun tak mampu bertahan. Sahamnya susut 4,4 persen pada sesi reguler, sebelum kembali terjerembab hampir 10 persen setelah penutupan pasar. Raksasa e-commerce ini menjadi emiten Big Tech terbaru yang memproyeksikan eskalasi belanja modal besar pada 2026, menandakan industri teknologi belum menunjukkan tanda-tanda meredam investasi AI dalam waktu dekat.

Di sisi lain, saham Nvidia—produsen chip yang digadang-gadang menjadi penerima manfaat dari lonjakan belanja AI industri—ikut melemah 1,4 persen.

Dalam beberapa bulan terakhir, kegelisahan investor kian menguat seiring membengkaknya belanja AI tanpa jaminan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sepadan. Tom Hainlin, analis U.S. Bank Wealth Management, menilai volatilitas pasar meningkat karena pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah siklus belanja modal berskala masif ini benar-benar akan bermuara pada perbaikan kinerja keuangan.

Kekhawatiran tambahan muncul dari potensi erosi permintaan perangkat lunak konvensional akibat akselerasi pengembangan AI. Saham perusahaan perangkat lunak dan penyedia layanan data kembali tertekan, dengan ServiceNow merosot 7,6 persen dan Salesforce terperosok hampir 5 persen.

Indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 ambruk 4,6 persen, menandai penurunan beruntun selama tujuh sesi perdagangan.

Melissa Brown, Managing Director SimCorp, menuturkan bahwa reli AI yang menjadi motor penggerak pasar pada tahun lalu kini justru berbalik arah. Alih-alih mengangkat, AI menjadi beban, seiring dampaknya yang tidak seragam terhadap berbagai segmen perusahaan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait