Market Hari Ini 15 Dec 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

NATO Ganti Pengendali, Mercury Strategic Ambil Posisi

PT Surya Permata Andalan Tbk mencatat perubahan pengendalian setelah PT Mercury Strategic Indonesia mengakuisisi 2,15 miliar saham NATO.

PT Surya Permata Andalan Tbk mencatat perubahan pengendalian setelah PT Mercury Strategic Indonesia mengakuisisi 2,15 miliar saham NATO.

PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) mengumumkan terjadinya perubahan pengendalian langsung perseroan menyusul transaksi penjualan saham yang dilakukan melalui pasar negosiasi. (Foto: Dok. Surya Permata Andalan)
PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) mengumumkan terjadinya perubahan pengendalian langsung perseroan menyusul transaksi penjualan saham yang dilakukan melalui pasar negosiasi. (Foto: Dok. Surya Permata Andalan)

KABARBURSA.COM – PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) mengumumkan terjadinya perubahan pengendalian langsung perseroan menyusul transaksi penjualan saham yang dilakukan melalui pasar negosiasi pada Jumat, 12 Desember 2025. Perubahan ini terjadi setelah PT Mercury Strategic Indonesia masuk sebagai pemegang saham pengendali baru NATO.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, perseroan menjelaskan bahwa PT Karunia Berkah Jayasejahtera telah melepas sebanyak 2,15 miliar saham NATO kepada PT Mercury Strategic Indonesia. 

Jumlah saham tersebut setara dengan 26,871 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga transaksi Rp183 per saham.

Direktur Utama PT Surya Permata Andalan Tbk, Gede Putu Adnawa, mengatakan transaksi tersebut secara resmi mengakibatkan perubahan pengendalian langsung atas perseroan.

“Pada 12 Desember 2025 telah terjadi transaksi saham melalui pasar negosiasi yang menyebabkan perubahan pengendali langsung Perseroan dari PT Karunia Berkah Jayasejahtera menjadi PT Mercury Strategic Indonesia,” ujar Gede Putu Adnawa, Senin, 15 Desember 2025.

Ia menjelaskan, PT Mercury Strategic Indonesia merupakan entitas yang bergerak di bidang investasi dan berkantor pusat di Jakarta Selatan. Seiring dengan perubahan pengendalian tersebut, pengendali baru akan menjalankan seluruh kewajiban sesuai dengan ketentuan pasar modal yang berlaku.

“PT Mercury Strategic Indonesia akan memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, termasuk pelaksanaan Penawaran Tender Wajib kepada pemegang saham publik,” kata dia.

Terkait dampak terhadap operasional dan kondisi keuangan perseroan, manajemen menyampaikan bahwa hingga saat ini perubahan pengendalian tersebut belum diikuti oleh perubahan kebijakan usaha.

“Dampak dari fakta material ini adalah adanya perubahan pengendali langsung Perseroan. Sampai dengan saat ini belum terdapat perubahan terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan Perseroan,” ujar Gede Putu Adnawa.

PT Surya Permata Andalan Tbk merupakan emiten yang bergerak di bidang perhotelan melalui entitas anak, dengan kegiatan usaha utama di sektor jasa akomodasi dan basis operasional di Bali.

Manajemen menegaskan perseroan akan terus mematuhi ketentuan keterbukaan informasi serta menyampaikan pengumuman lanjutan apabila terdapat perkembangan material berikutnya terkait perubahan pengendalian maupun pelaksanaan penawaran tender wajib. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait