Market Hari Ini 16 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

NCKL Tunjukkan Tanda ‘Hidup’: Saatnya Intip Lagi Saham Nikel Harita Group?

Sinyal teknikal saham NCKL mulai menguat di atas rata-rata jangka pendek. Momentum beli terlihat, tapi pasar masih menanti konfirmasi tren yang lebih kuat.

Saham NCKL beri sinyal akumulasi teknikal di tengah tren naik. Apakah saat ini waktu yang tepat untuk masuk pasar?

Harita Group Pulau Obi Maluku Utara. Foto: Dok Harita Group
Harita Group Pulau Obi Maluku Utara. Foto: Dok Harita Group

Daftar Isi

  1. 01 JP Morgan Akumulasi Rp692 Miliar

KABARBURSA.COM - Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) perlahan mulai menggeliat. Data terbaru dari indikator teknikal dan rata-rata pergerakan harga (moving average) pada Rabu pagi, 16 Juli 2025, menunjukkan bahwa saham nikel milik Haji Robert ini layak kembali masuk dalam radar investor, terutama bagi yang mengandalkan analisis teknikal dalam membaca peluang.

Mayoritas indikator teknikal sudah memberi sinyal positif. Dari 10 indikator utama, enam di antaranya menunjukkan sinyal beli, sementara tiga lainnya masih bertahan di posisi jual, dan satu berada di zona netral. 

ADX dan CCI, dua indikator penting yang sering dijadikan tolok ukur kekuatan tren, kini mulai mengarah naik. Bahkan CCI tercatat di level 194, yang mengindikasikan momentum beli yang cukup kuat. 

Sementara itu, Williams %R juga berada di kisaran -20, menandakan saham ini tidak dalam tekanan jual ekstrem, justru berada di wilayah yang kerap diasosiasikan dengan peluang akumulasi.

Namun, masih ada sedikit tarik-ulur di indikator MACD yang belum menunjukkan sinyal pembalikan tren secara meyakinkan. Meski demikian, posisi RSI yang berada di angka 53 memberi ruang gerak yang relatif aman, harga belum overbought, tapi juga tidak dalam tekanan jual besar. Ini memberi peluang bagi investor yang ingin masuk secara bertahap tanpa terburu-buru.

Dari sisi rata-rata pergerakan harga, atau moving average (MA), sinyal jangka pendek dan menengah (MA 5, 10, hingga 20 hari) semuanya menyatakan “beli”. Harga saat ini terpantau sudah berada di atas ketiga garis tersebut—sebuah sinyal bahwa pasar mulai menaruh minat kembali. 

Untuk jangka panjang, MA 100 dan 200 hari masih menyimpan nada hati-hati. Ini artinya, tren besar belum benar-benar pulih, tapi mulai bergerak menuju arah yang lebih sehat.

Area krusial untuk pengamatan saat ini berada di sekitar titik pivot 650. Jika harga mampu bertahan dan menembus ke atas level resistance 655 hingga 660, jalan menuju 665 terbuka lebar. Namun, jika harga tergelincir di bawah 645, peluang koreksi masih terbuka, dan investor perlu mewaspadai tekanan lanjutan.

Bagi pelaku pasar yang mengincar saham tambang dengan eksposur nikel, emiten yang masuk dalam Harita Group ini (NCKL) tengah berada di persimpangan penting. Tidak sedang terlalu murah, tapi juga belum terlalu tinggi untuk ditinggal. 

Pergerakan harga yang konsisten di atas MA pendek memberi ruang akumulasi secara bertahap, apalagi jika momentum volume kembali meningkat.

Kesimpulannya, sinyal-sinyal teknikal yang muncul bukan ajakan untuk terburu-buru, melainkan undangan untuk kembali memperhatikan. 

Dalam dunia saham, peluang kadang tak datang dengan suara keras, melainkan lewat bisikan data yang tenang tapi konsisten. Dan saat ini, NCKL sedang berbisik.

JP Morgan Akumulasi Rp692 Miliar

Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terpantau menguat signifikan pada perdagangan Rabu, 16 Juli 2025. Hingga pukul 14:27 WIB, harga saham naik 3,85 persen ke level Rp675, setelah sempat dibuka di posisi Rp650 dan menyentuh level tertinggi harian di Rp685.

Seperti dilihat dari data perdagangan Stockbit, volume perdagangan saham Harita Group ini mencapai 33,8 juta lot atau 3,38 miliar saham, dengan nilai transaksi senilai Rp22,57 miliar. 

Lonjakan harga tersebut menjadi penguatan harian tertinggi NCKL dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya bergerak stagnan di kisaran Rp650–Rp655 selama lima hari berturut-turut.

Kenaikan harga saham NCKL tidak terjadi sendirian. Data broker summary pada Selasa, 15 Juli 2025, menunjukkan akumulasi besar-besaran oleh investor asing, dipimpin oleh J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (kode BK) yang memborong saham senilai Rp692,3 miliar, dengan rata-rata harga beli di Rp650.

KB Valbury Sekuritas (CP) menyusul dengan akumulasi Rp642,2 miliar, lalu Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) sebesar Rp557,5 miliar. 

Kelima broker teratas semuanya tercatat melakukan net buy dalam jumlah besar dengan volume akumulasi yang signifikan terhadap saham Harita Nickel.

Sebaliknya, tekanan jual berasal dari broker seperti SQ, NI, dan CC, namun jumlahnya relatif kecil dibandingkan nilai beli dari top broker. Penjualan terbesar hanya tercatat Rp3,2 miliar, memperlihatkan bahwa kekuatan beli masih mendominasi pasar saham NCKL pada sesi perdagangan hari ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait