Market Hari Ini 03 May 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

OECD Naikkan Prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia

OECD Naikkan Prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia
OECD Naikkan Prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia

KABARBURSA.COM - Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengangkat optimisme dengan menyatakan bahwa perekonomian global berkembang lebih cepat dari prediksi beberapa bulan yang lalu, terutama berkat kestabilan aktivitas ekonomi Amerika Serikat. Namun, inflasi juga meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan, mencapai target bank sentral.

Menurut OECD, perekonomian global diproyeksikan akan mempertahankan pertumbuhan sebesar 3,1 persen seperti tahun sebelumnya, dengan sedikit peningkatan menjadi 3,2 persen pada tahun mendatang. Ini merupakan hasil peningkatan dari perkiraan sebelumnya yang mencatat pertumbuhan sebesar 2,9 persen pada bulan Februari tahun ini, dan tiga persen pada tahun 2025.

Penurunan inflasi yang lebih cepat dari yang diperkirakan memberikan peluang bagi bank sentral utama untuk menurunkan suku bunga pada paruh kedua tahun ini, sehingga dapat meningkatkan daya beli konsumen.

Namun demikian, OECD memperingatkan bahwa kecepatan pemulihan ekonomi sangat bervariasi, dengan Amerika Serikat mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi, sementara Eropa dan Jepang masih mengalami kelesuan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan mencapai 2,6 persen tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,1 persen, namun diproyeksikan akan melambat menjadi 1,8 persen pada tahun depan.

Sementara itu, Tiongkok, didorong oleh stimulus fiskal, diharapkan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dari perkiraan, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 4,9 persen pada tahun 2024 dan 4,5 persen pada tahun 2025.

Meskipun demikian, zona euro diharapkan akan mengalami peningkatan pertumbuhan dari 0,7 persen tahun ini menjadi 1,5 persen tahun depan karena adanya inflasi yang lebih rendah yang meningkatkan daya beli masyarakat.

Namun, Inggris diprediksi akan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi, sementara Jepang diperkirakan akan mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi berkat kebijakan moneter yang longgar dan stimulus fiskal.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait