Market Hari Ini 15 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

OMED Mau Ubah KBLI, Ada Agenda Besar di Balik RUPSLB Juni?

PT Jayamas Medica Industri Tbk menyiapkan perubahan anggaran dasar untuk penyesuaian KBLI 2025.

OMED akan menggelar RUPSLB pada 8 Juni 2026 untuk membahas penyesuaian KBLI 2025 dan perubahan anggaran dasar.

OMED menyiapkan penyesuaian KBLI 2025 yang akan dibahas dalam RUPSLB pada Juni 2026. (Foto: Dok. Jayamas Medica Industri)
OMED menyiapkan penyesuaian KBLI 2025 yang akan dibahas dalam RUPSLB pada Juni 2026. (Foto: Dok. Jayamas Medica Industri)

KABARBURSA.COM – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menyiapkan perubahan anggaran dasar perusahaan dalam rangka penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. 

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 Juni 2026.

Manajemen OMED dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa perubahan tersebut dilakukan untuk menyinkronkan kode KBLI lama ke KBLI 2025 sesuai sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS). 

“Tidak ada penambahan bidang usaha baru atau pengurangan bidang usaha yang sudah ada,” tulis manajemen dalam dokumen keterbukaan informasi dikutip, Jumat, 15 Mei 2026.

OMED menegaskan penyesuaian ini hanya bersifat administratif dan redaksional mengikuti standar terbaru yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS). Perseroan juga memastikan kegiatan usaha utama maupun pendukung tetap berjalan seperti sebelumnya.

Saat ini, OMED bergerak di sektor manufaktur alat kesehatan, alat kesehatan elektromedik, alat diagnostik, antiseptik, disinfektan, hingga perbekalan kesehatan rumah tangga lainnya.

Dalam dokumen tersebut, perseroan merinci sejumlah kegiatan usaha yang tercantum dalam Pasal 3 Anggaran Dasar. Beberapa di antaranya meliputi industri alat kesehatan, industri alat laboratorium klinis dari kaca, industri elektromedikal dan elektroterapi, industri barang karet untuk kesehatan, hingga perdagangan besar alat farmasi dan alat kedokteran.

OMED juga tercatat memiliki lini usaha industri non woven, industri barang plastik untuk pengemasan, industri sabun dan bahan pembersih rumah tangga, serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

Dari sisi struktur pemegang saham, PT Intisumber Hasilsempurna masih menjadi pengendali utama dengan kepemilikan 83,3 persen atau setara 22,54 miliar saham. Sementara kepemilikan publik tercatat sebesar 14,67 persen atau sekitar 3,97 miliar saham per 30 April 2026.

Adapun saham treasuri perseroan tercatat sebanyak 50,73 juta saham atau sekitar 0,187 persen dari total saham beredar. Jumlah saham beredar OMED saat ini mencapai 27,05 miliar saham.

Pada jajaran manajemen, OMED dipimpin oleh Herlien Sri Ariani sebagai Direktur Utama. Sementara posisi Komisaris Utama dijabat Yacobus Jemmy Hartanto dengan David A. Worth sebagai Komisaris Independen.

Manajemen menilai penyesuaian KBLI ini tidak akan berdampak negatif terhadap kondisi operasional maupun keuangan perusahaan. Sebaliknya, langkah tersebut disebut akan memperkuat legalitas administratif OMED dalam mengikuti perkembangan regulasi terbaru.

RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 nanti menjadi salah satu agenda penting OMED tahun ini. 

Selain memastikan sinkronisasi kegiatan usaha dengan regulasi terbaru, pasar juga akan mencermati arah pengembangan bisnis perusahaan alat kesehatan tersebut di tengah dinamika industri kesehatan domestik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait