Market Hari Ini 07 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Operasional Ngebut, Laba WIRG Justru Tertahan

Pendapatan dan laba usaha WIRG naik di 2025, namun tekanan beban non-operasional membuat laba bersih melemah dan kas menyusut.

WIRG catat pendapatan naik, tapi laba bersih turun akibat beban lain-lain. Kas juga menyusut di tengah kenaikan liabilitas.

Meskipun hari ini saham WirG bergerak relatif tenang, namun beban pokok pendapatannya berbalik negatif. (Foto: dok WIR Asia)
Meskipun hari ini saham WirG bergerak relatif tenang, namun beban pokok pendapatannya berbalik negatif. (Foto: dok WIR Asia)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT WIR Asia Tbk (WIRG) pada perdagangan hari ini bergerak dalam nada yang relatif tenang, tetapi menyimpan cerita yang lebih kompleks jika ditarik ke kinerja keuangan sepanjang 2025. 

Harga ditutup di level 79, turun tipis 1,25 persen, setelah sempat bergerak di rentang 78 hingga 82 sepanjang sesi.

Volume transaksi tercatat sebesar 52,22 juta saham, berada di bawah rata-rata harian 130,19 juta saham. Aktivitas yang lebih rendah dari biasanya ini mencerminkan bahwa minat pasar terhadap saham WIRG belum sepenuhnya pulih, dengan pergerakan harga yang cenderung terbatas tanpa dorongan signifikan ke salah satu arah.

Di balik pergerakan tersebut, kinerja keuangan WIRG memperlihatkan pola yang tidak sepenuhnya linier. Pendapatan sepanjang 2025 tercatat naik 2,9 persen menjadi Rp2,68 triliun, menunjukkan adanya pertumbuhan dari sisi topline. 

Sejalan dengan itu, laba bruto juga meningkat 6,3 persen menjadi Rp304,27 miliar, mencerminkan adanya perbaikan di sisi margin kotor.

Namun, tekanan mulai muncul di bawahnya. Beban pokok pendapatan meningkat 2,5 persen menjadi Rp2,37 triliun, sementara beban lain-lain berbalik menjadi negatif sebesar Rp64,12 miliar, dari sebelumnya mencatatkan penghasilan lain-lain Rp6,39 miliar pada 2024. Perubahan ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja laba.

Dampaknya terlihat pada laba sebelum pajak yang turun 9,7 persen menjadi Rp99,52 miliar. Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp28,33 miliar, laba tahun berjalan tercatat Rp71,19 miliar, atau turun 10,1 persen secara tahunan. 

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp73,25 miliar, turun tipis 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, di tengah tekanan laba tersebut, laba usaha justru melonjak 57,6 persen menjadi Rp163,64 miliar. Kenaikan ini menunjukkan bahwa secara operasional, perusahaan mencatatkan perbaikan, namun tertahan oleh faktor non-operasional yang memberi tekanan pada hasil akhir.

Dari sisi neraca, ekspansi masih terlihat cukup agresif. Total aset meningkat 13,5 persen menjadi Rp1,63 triliun, diikuti kenaikan ekuitas sebesar 9,6 persen menjadi Rp885,59 miliar. 

Namun, liabilitas juga naik lebih tinggi sebesar 18,5 persen menjadi Rp748,89 miliar, dengan dominasi pada kewajiban jangka pendek sebesar Rp654,25 miliar.

Pada saat yang sama, posisi kas justru turun cukup dalam sebesar 35,9 persen menjadi Rp75,92 miliar. Penurunan ini mencerminkan adanya penggunaan likuiditas dalam aktivitas operasional maupun ekspansi, yang membuat ruang kas menjadi lebih terbatas dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika ditarik ke pergerakan saham, kondisi ini menciptakan satu gambaran yang tidak sepenuhnya searah. Di satu sisi, ada pertumbuhan pendapatan dan perbaikan laba operasional. Namun di sisi lain, tekanan dari beban non-operasional serta penurunan kas membentuk persepsi yang lebih hati-hati di pasar.

Pergerakan harga yang cenderung datar dengan volume yang lebih rendah menunjukkan bahwa saham WIRG berada dalam fase penantian. Tidak ada dorongan kuat untuk naik, tetapi juga belum terlihat tekanan jual yang agresif. 

Sebuah fase di mana pasar masih mencoba membaca arah berikutnya, di tengah kombinasi antara pertumbuhan dan tekanan dalam laporan keuangan perusahaan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait